Pnom Penh, Gontornews — Parlemen Kamboja, Senin (25/10/2021), meloloskan amandemen konstitusi yang melarang pejabat tinggi negara, termasuk Perdana Menteri, untuk memiliki kewarganegaraan selain Kamboja.
Pada 6 Oktober, Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, memerintahkan Kementerian Kehakiman untuk melakukan amandemen konstitusi. Tidak hanya perdana menteri, konsekeunsi amandemen ini juga berdampak pada majelis tinggi dan rendah dan kepala dewan konstitusi untuk memiliki kewarganegaraan ganda.
“(Amandemen ini) untuk menunjukkan kesetiaan kepada bangsa dan menghindari campur tangan asing,” ungkap Hun Sen sebagaimana dilansir Reuters.
Presiden Cambodian National Assembly, Heng Samrin, mengatakan tujuan amandemen ini untuk menenang campur tangan asing dalam urusan dalam negeri. Samrin juga berharap amandemen ini juga dapat segala bentuk campur tangan asing dalam mengarahkan kebijakan nasional maupun internasionalnya.
“Majelis Nasional, Senat, Pemerintah Kerajaan dan Dewan Konstitusi adalah badan tertinggi bangsa yang diabadikan dalam Konstitusi Kerajaan Kamboja dan memiliki tanggungjawab tinggi untuk memutuskan hal-hal penting yang merupakan sumber kehidupan bangsa guna memastikan kemerdekaan dan kedaulatan nasional,” kata Heng Samrin.
Perintah Hun Sen muncul setelah media internasional, The Guardian, melaporkan Hun Sen seabgai salah satu dari ribuan warga non-Eropa yang mendapatkan paspor Siprus. Guardian lantas merevisi laporannya dengan menyebut bahwa yang mendapatkan paspor Siprus adalah lingkungan dalam dan bukan Perdana Menteri Hun Sen.
Pada Oktober 2019, Reuters berhasil mengidentifikasi keluarga dan polisi utama, rekan bisnis dan politik Hun Sen sebagai pembeli kewarganegaraan asing melalui aturan penjualan kewarganegaraan di Siprus.
Sementara itu, pemimpin oposisi Kamboja, Sam Rainsy, warga Kamboja yang memilki kewarganegaraan Prancis bahwa aturan itu akan menghilangkan potensi calon pemimpin di masa mendatang atau membatasi kesempatan diaspora Kamboja untuk melayani negara di tingkat tertinggi.
“Untuk alasan historis, populasi kami tersebar di seluruh dunia dan banyak orang Kamboja dengan kewarganegaraan ganda telah mencapai sukses besar di luar negeri,” pungkas Sam Rainsy. [Mohamad Deny Irawan]





















