Trenton, Gontornews — Pesawat Ukraina yang rontok menewaskan 176 orang itu kemungkinan jatuh karena ‘kesalahan rudal’ Iran, kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, pada Kamis, 9 Januari.
Pada konferensi pers, Trudeau mengonfirmasi intelijen dari berbagai sumber mengarah pada kesimpulan itu, tetapi hanya “penyelidikan penuh dan kredibel” yang dapat memastikannya.
“Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber, termasuk sekutu dan intelijen kami sendiri,” kata Trudeau seperti dirilis hurriyetdailynews.com.
“Bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal “darat ke udara” Iran. Ini mungkin tidak disengaja.”
Dia menyebutkan, kesimpulan itu akan makin membuat keluarga korban bersedih. “Berita itu tidak diragukan lagi akan mengejutkan keluarga yang sudah berduka karena tragedi yang tak terperikan ini,” kata Trudeau.
Ia menambahkan, pemerintah ‘tidak akan beristirahat’ sampai penyebab jatuhnya pesawat diketahui. “Keluarga para korban dan semua warga Kanada menginginkan jawaban,” kata Trudeau.
“Aku ingin jawaban. Itu berarti kejelasan, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Pemerintah ini tidak akan beristirahat sampai kita mendapatkannya. ”
Boeing 737-800 milik Ukraina baru saja lepas landas dari bandara Iran pada 8 Januari sebelum jatuh. Ada 63 warga Kanada di dalamnya, dan 138 penumpang terbang ke Kanada. Sebagian besar penumpang adalah warga Iran atau Iran Kanada yang menuju ibukota Ukraina, Kyiv.
Inggris, sebagaimana Kanada, mengatakan ada bukti yang menunjukkan bahwa rudal darat-ke-udara Iran telah menembak jatuh jet penumpang Ukraina.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa empat warga Inggris tewas dalam kecelakaan itu.
“Sekarang ada informasi bahwa penerbangan itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran,” kata Johnson.
“Ini mungkin tidak disengaja. Kami bekerjasama dengan Kanada dan mitra internasional kami, dan sekarang perlu ada investigasi penuh, transparan, ”tambahnya. []






















