Kairo, Gontornews — Sebuah kapal kontainer besar memblokir perjalanan di Terusan Suez, Kamis (25/3/2021). Otoritas terusan Suez, Suez Canal Authority (SCA), mengatakan pihaknya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk membebaskan kapal kontainer tersebut. Akibatnya, alur transportasi laut internasional tersebut terhambat serta menyebabkan jalur perdagangan global yang menghubungkan Asia dan Eropa mengalami kemunduran.
Kapal kontainer milik Ever Given tersebut memiliki panjang 400 meter atau setara dengan bangunan Empire State Building. Kapal tersebut terjebak secara diagonal menyusul terjadinya angin kencang dan badai debu pada Selasa (23/3/2021) dan menghalangi perjalanan dua arah. SCA menambahkan ada sembilan kapal yang tertunda masuk terusan Suez akibat insiden tersebut.
Terusan Suez merupakan jalur perdagangan laut tersibuk untuk pengiriman minyak, bakar olahan, biji-bijian serta perdagangan lain di dunia.
“Kami tidak bisa mengecualikan waktu hingga berminggu-minggu tergantung pada situasinya,” ungkap CEO perusahaan Belanda, Boskalis, Peter Berdowski, kepada Nieuwsuur, yang dilansir Ahram Online.
Sebanyak 206 kapal kontainer terhambat di jalur masuk dan keluar Terusan Suez. Insiden ini juga telah menjadi insiden kemacetan pengiriman terburuk sepanjang bertahun-tahun.
SCA menambahkan telah mengizinkan beberapa kapal untuk memasuki kanal dengan harapan penyumbatan dapat terselesaikan.
Pada Jum’at (26/3/2021), SCA mengatakan bahwa upaya oleh kapal tunda untuk membebaskan kapal kontainer yang terdampar telah berfungsi kembali pasca operasi pengerukan usai.
“Operasi tarikan membutuhkan ketersedian sejumlah faktor pendukung seperti arah angin dan pasagn surut air laut. Ini menjadikan proses teknis berlangsung kompleks,” ungkap SCA. [Mohamad Deny Irawan]



















