Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, mendesak negara-negara untuk menyumbangkan 10 juta dosis vaksin Covid-19 kepada COVAX. Nantinya, COVAX akan mendistribusikannya kepada 20 negara miskin yang membutuhkan vaksin bagi petugas kesehatannya.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan COVAX memubutuhkan 10 juta dosis dengan segera. “COVAX siap dikirim tetapi kami tidak dapat mengirim vaksin yang tidak kami miliki. Kesepakatan bilateral, larangan ekspor, nasionalisme vaksin dan diplomasi vaksin telah menyebakan distorsi pasar dengan ketidakadilan besar dalam penawaran maupun permintaan,” kata Tedros.
“Sepuluh juta dosis tidak banyak dan itu tidak cukup,” imbuhnya kepada Reuters.
Tedros mengeluarkan pernyataan ini karena India, sebagia pemasok utama COVAX, memprioritaskan pasokan vaksin bagi kebutuhan domestik. Langkah ini telah membuat pasokan vaksin AstraZeneca produksi Serum Institute of India bagi COVAX terhambat.
Tetapi, WHO berterimakasih kepada India yang telah mengekspor vaksin Covid-19 sejauh ini. Tedros memaklumi langkah India yang memprioritaskan pasokan vaksin demi kebutuhan domestik karena meningkatnya infeksi. Tedros menjelaskan bahwa WHO telah melakukan pembicaraan dengan India soal keseimbangan pasokan vaksin untuk kebutuhan domestik maupun internasional.
Sejauh ini, COVAX telah mendistribusikan 32 juta dosis vaksin ke 61 negara miskin dan berpenghasilan rendah. Namun, angka tersebut masih kurang dan terdapat 36 negara yang menunggu pasokan vaksin guna memulai kampanye inokulasi.
Tedros pun mendorong masyarakat dunia untuk memastikan seluruh negara memulai program vaksinasi dalam 100 hari pertama tahun 2021 atau 10 April 2021 [Mohamad Deny Irawan]





















