Paris, Gontornews — Pemerintah Prancis, Selasa (30/3/2021), mengatakan jumlah pasien ICU mencapai 5.072 orang. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam unit perawatan intensif yang didominasi pasien Covid-19.
Terakhir kali, Prancis melaporkan lebih dari 5000 orang di ICU akibat Covid-19 adalah 23 April 2020 atau saat pemberlakukan penguncian (lockdown) pertama. Sebelum itu, angka keterisian ruang ICU mencapai 7.148 pada 8 April.
Pada bulan November, saat penguncian kedua, ruang ICU di Prancis terisi hingga 4.919 orang. Pasca penguncian pertama, angka keterisian ICU menurun hingga 367 pada pertengahan Agustus. Sementara pada penguncian kedua, November 2020, keterisian ICU berada di bawah 2.600 orang pada awal Januari.
Menteri Kesehatan Prancis, Oliver Veran, mengatakan pemerintah tidak akan memibiarkan dokter Prancis berada dalam tekanan.
“Kami tidak akan membiarkan dokter berada dalam situasi dimana mereka harus memilih pasien,” kata Veran kepada Reuters.
Veran menyampaikan bahwa 24-48 jam ke depan akan menjadi kunci untuk menilai dampak. Ia tidak mengabaikan kemungkinan untuk melakukan penguncian kembali untuk membatasi penyebaran virus. Pemerintah bahkan siap mengambil langkah lanjutan jika perlu.
Pada Selasa, Prancis melaporkan penambahan 30.602 kasus dan menjadikan total 4,58 juta kasus positif Covid-19. Angka peningkatan kasus mingguan pun berada di angka 6,3 persen atau tertinggi sejak akhir November lalu.
Sementara kenaikan mingguan dalam hitungan kasus meningkat dari 4 persen pada awal Maret. Namun, masih jauh dari peningkatan dua digit pada periode akhir Agustus hingga pertengahan November.
Sementara kasus kematian akibat Covid-19 di Prancis bertambah 381 kasus termasuk 45 kematian terjadi di panti jompo dalam beberapa hari terakhir. Secara total, angka kematian akibat Covid-19 di Prancis mencapi 95.337 kasus. [Mohamad Deny Irawan]

















