Beirut, Gontornews — Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Lebanon mengalami musibah bertubi-tubi. Sejak ledakan dahsyat melanda Pelabuhan Beirut, Selasa (4/8), kasus Covid-19 di Lebanon meningkat drastis. Alhasil, Pemerintah Lebanon menetapkan penguncian wilayah selama 14 hari mulai Jumat (21/8) waktu setempat.
Penyebaran Covid-19 menambah kesengsaraan warga Lebanon yang belum pulih pasca ledakan 4 Agustus silam. Insiden ledakan amonium nitrat di Pelabuhan Beirut tersebut menyebabkan 179 orang tewas serta melukai lebih dari 6.000 orang.
“Di kawasan yang tidak terdampak ledakan, kami memiliki sejumlah kerabat yang terluka. Mereka kehilangan rumah dan kendaraan pribadinya. Terus terang, (pasca ledakan tersebut) kami melupakan pandemi Covid-19,” kata Nabil Nahed, seorang guru berusia 50 tahun yang tinggal di Gemmayzeh.
Secara fisik, Nabel selamat dari insiden ledakan tersebut. Namun, kediamannya hancur akibat ledakan tersebut. Untuk sementara, Nabel dan keluarga, tinggal di kamp pengungsian.
“Tapi kita harus waspada karena dalam dua pekan terakhir, situasi kacau. Saya menduga kasus penularan virus korona akan meningkat,” ungkap Nabil sebagaimana dilansir Reuters.
Pemerintah Lebanon mencatat penambahan 613 kasus baru pada Kamis (20/8) dalam 24 jam terakhir. Otoritas terkait mencatat bahwa penularan virus terjadi di rumah sakit yang dipadati korban ledakan Beirut.
“Kini, kami kembali ke titik awal,” kata Menteri Kesehatan Lebanon sementara. Pemerintah menegaskan jika mereka lebih siap dalam menangani Covid-19 ketimbang saat awal pandemi.
“Sebelum ledakan, total kasus Covid-19 di Lebanon berkisar antara 5.000-6.000 orang. Sekarang, kasus Covid-19 di Lebanon mendekati 10.000 kasus,” ungkap Imam Shankiti dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk Lebanon.
“Dalam dua pekan terakhir, total penambahan kasus setara dengan kasus penularan yang terjadi mulai Februari hingga insiden ledakan terjadi,” tambah Shankiti.
Secara teknis, Pemerintah memberlakukan jam malam mulai jam 6 sore hingga 6 pagi. Di saat yang bersamaan, otoritas terkait mulai melakukan pembersihan puing-puing, memberlakukan perbaikan serta memberikan bantuan bagi warga terdampak ledakan tersebut.
Sementara itu, pemerintah akan tetap membuka bandara. Di sektor pariwisata, pemerintah Lebanon mewajibkan para wisatawan untuk melakukan tes usab (swab) dengan metode PCR sebelum naik atau sesaat setelah kedatangan di bandara. [Mohamad Deny Irawan]


















