Beirut, Gontornews — Pemerintah Lebanon memutuskan untuk menutup bar dan klub malam guna mencegah penularan Covid-19, Senin (12/10). Pemerintah Lebanon mencatat ada lebih dari 450 orang tewas akibat Covid-19.
Kementerian Dalam Negeri Lebanon memutuskan untuk menutup bar dan klub malam sampai pemberitahuan lebih lanjut. Selain menutup bar dan klub malam, pemerintah juga memberlakukan penguncian wilayah berskala lokal pada 169 desa dan distrik di seluruh Lebanon. Angka penutupan desa ini meningkat ketimbang penutupan 111 desa pekan lalu.
Reuters melansir pemerintah Lebanon juga mengeluarkan aturan jam malam mulai pukul 01.00 – 06.00 WIB. Pemerintah pun mempertegas aturan penggunaan masker saat bepergian yang sejauh ini masih terjadi pelanggaran.
Sejauh ini, pemerintah mencatat ada 52.558 infeksi dengan 455 kematian akibat Covid-19. Dengan populasi hanya 6 juta orang, Lebanon melaporkan lebih dari 1.000 kasus setiap hari dalam beberapa hari terakhir.
Badan Kesehatan Dunia, WHO, mencatat, secara global, kapasitas ruang perawatan rumah sakit telah mencapai 82 persen. Sementara itu, virus terus menyebar ke sejumlah wilayah seperti penjara, rumah sakit umum dengan pelanggaran penggunaan topeng terjadi secara masif.
Lebanon juga tengah menghadapi pandemi Covid-19 bukan dalam keadaan ideal. Lebanon mengalami krisis ekonomi terburuk sepanjang sejarah atau sejak perang saudara terjadi pada 1975-1990.
Sejak tahun lalu, sistem keuangan Lebanon lumpuh. Mata uang Lebanon pun anjlok hingga 80 persen. Dunia perbankan pun terpaksa membatasi nominal penarikan uang tunai.
Keruntuhan ekonomi di Lebanon semakin parah saat ledakan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut terjadi pada 4 Agustus. Akibat musibah tersebut, 200 orang tewas sementara beberapa rumah sakit rusak berat. [Mohamad Deny Irawan]
























