Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan mencatat lonjakan kasus Covid-19, Rabu (4/8/2021). Badan pengendalian penyakit Korea Selatan, Korean Disease Control and Prevention Agency (KDCA), melaporkan penambahan 1.725 sepanjang Selasa. Angka ini meningkat lebih dari 500 kasus ketimbang jumlah penambahan kasus sehari sebelumnya.
Secara total, otoritas kesehatan Korea Selatan mengonfirmasi 203.926 kasus dengan 2.106 kematian akibat Covid-19. Meski sempat melaporkan penambahan 1.895 kasus pekan lalu dan pemerintah menduga tren penularan Covid-19 akan menurun pada beberapa hari mendatang.
Otoritas kesehatan mengkhawatirkn peningkatan kasus seiring dengan meningkatnya jumlah warga yang melakukan perjalanan hingga 6,4 persen.
βPergerakan masyarakat di wilayah tersebut telah meningkat selama tiga pekan berturut-turut,β kata pejabat kesehatan senior, lee Gi-Il dalam sebuah pengarahan.
βAda kelelahan karena jarak yang lama dan ini adalah liburan musim panas,β imbuhnya kepada Reuters.
Pada Selasa, KDCA melaporkan dua kasus varian Delta Plus. Selain Korea, ada beberapa negara seperti Inggris, Portugal dan India yang melaporkan mutasi baru tersebut. Banyak ilmuwan yang masih mempelajari varian baru tersebut seraya menyebut varian tersebut jauh lebih menular. WHO mengatakan beberapa vaksin utama efektif melawan varian Delta.
Pemerintah Korea Selatan akan mulai membuka pendaftaran untuk vaksinasi bagi 2 juta kelomopk berusia 18-49 tahun mulai Rabu malam waktu setempat. Pada periode ini, pemerintah juga memberikan vaksin kepada warga yang cacat, pegawai di pusat kebugaran, pekerja pendidikan, petugas jasa pengiriman, pembersih jalan dan karyawan call center.
Secara akumasi, pemerintah Korea Selatan berhasil menginokulasi 39,3 persen dari 52 juta penduduknya dengan satu dosis vaksin. Sementara 14,2 persen populasi telah mendapatkan dua vaksin penuh. [Mohamad Deny Irawan]


















