Lisbon, Gontornews — Sebuah kebakaran hutan dahsyat di Lisbon, ibukota Portugal, membuat otoritas setempat mengirimkan setidaknya 100 ribu petugas untuk memadamkan api. Petugas bahkan terpaksa mengevakuasi seluruh warga pada satu desa serta menyelamatkan satu orang yang mengalami luka parah.
Kebakaran meluas dengan cepat seiring dengan kencangnya angin di distrik Castelo Branco, sekitar 225 km dari Kota Lisbon, yang menyulitkan pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.
“Kebarakan datang dengan sangat kuat,” kata seorang warga Macao yang diwawancarai oleh saluran TV Portugal, SIC, sebagaimana dikutip Reuters.
“Kami harus melawan api,” kata seorang petugas pemadam kebakaran yang mengeluhkan kurangnya jumlah personel saat upaya pemadaman berlangsung.
Senada dengan petugas pemadam kebakaran, Wali kota Vila de Rei, Ricardo Aires, yang terkena dampak juga mengatakan hal yang sama bahwa pihaknya kekurangan pemadam kebakaran serta sumber daya yang kurang.
Untuk menangani pemadaman, pemerintah mengerahkan Angkatan bersenjata Portugal mengirimkan 20 orang petugasnya serta mengerahkan setidaknya 4 buldoser untuk menangani kebakaran.
Sementara itu, Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa mengatakan bahwa pemerintah akan memantau situasi ini dengan intensif seraya mengirim bantuan kepada para warga yang terdampak musibah kebakaran hutan tersebut.
Kebakaran hutan di Portugal bagian tengah ini menjadi yang terparah kedua sejak kebakaran serupa yang terjadi pada tahun 2017. Kala itu, 64 orang dikabarkan tewas serta 250 orang lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah pun menetapkan jika kebakaran yang terjadi di Pedrogao Grande tersebut menjadi kebakaran terparah dalam sejarah Portugal modern. [Mohamad Deny Irawan]





















