Jakarta, Gontornews β Kongres Gerakan Beli Indonesia, 3-5 Oktober 2016, memandang perlunya sebuah kebangkitan nasional dalam membangun karakter keberpihakan terhadap produk – produk Indonesia. Untuk itu perlu perubahan sudut pandang pada diri masyarakat Indonesia secara nasional. Peryataan ini diungkapkan oleh Ketua Gerakan Beli Indonesia Happy Trenggono.
Untuk membangun sebuah gerakan yang memiliki semangat keberpihakan, Happy telah menyiapkan berbagai rekomendasi secara kultural dan struktural dalam membangun Indonesia untuk bersama sama dalam menyejahterakan bangsa ini. “Kita ingin ada kesadaran dan kebangkitan nasional jilid kedua dalam memajukan ekonomi, budaya dan politik,” paparnya.
Untuk menerapkan Gerakan Beli Indonesia, Happy mencontohkan seperti yang terjadi di kabupaten Kulon Progo β Yogyakarta. Di sana, antara pemerintah daerah dan masyarakat memiliki satu kesatuan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Mereka memproduksi beras Kulon ProgoΒ dan dikonsumsi oleh rakyat Kulon Progo. Mereka juga membuat toko milik rakyat berbasis koperasi yang mampu melayani kebutuhan masyarakat. “Gerakan seperti di Kulon Progo itulah yang disebut Gerakan Beli Indonesia yang harus disosialisasikan ke daerah lain,” ucapnya.
Penutupan Kongres Beli Indonesia ini dihadiri oleh para tokoh nasional seperti Marzuki Alie (mantan Ketua DPR), Guruh Soekarno Putra, Anies Baswedan, Achmad Riawan Amin, dan mantan MenkopolhukamΒ Tedjo Edhy Purdijatno. Acara ini juga diselingi dengan pemberian penghargaan (award) kepada kepala daerah yang memilki insiatif dalam pembangunan daerah, dan institusi atau komunitas/individu yang memiliki kontribusi terhadap kemandirian ekonomi. Mereka adalah Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo,Β dr Udi Suhono, Andi Wibawa, Deci Anawati,Β Kapten SAR, dan Latifah Iskandar (Aisyiyah).
Hasto Wardoyo, bupati Kulon Progo, salah satu penerima award mengatakan perlunya sebuah komitmen bersama dalam mengembangkan cita – cita bersama Gerakan Beli Indonesia. Apa yang dia lakukan di Kulon Progo masih belum maksimal dan perlu disempurnakan lagi ke depan.[Fathurroji/Rus]




















