Bogor, Gontornews – Jurnal ilmiah bisa menjadi ukuran atau barometer keberadaan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia. Bahkan dunia. Demikian disampaikan oleh Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Dr Suwendi MAg.
“Jurnal ilmiah menjadi barometer standing PTKI,” ujarnya pada seminar daring (webinar) yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah Bogor, Sabtu (6/3).
Menurut Suwendi, kehadiran jurnal ilmiah bisa meningkatkan kualitas akademik sebuah perguruan tinggi. “Ukuran kualitas dosen sebuah perguruan tinggi bisa dilihat dari jumlah buku dan jurnal ilmiah yang mereka hasilkan,” paparnya pada webinar yang dibuka oleh Sekretaris Kopertais II Jawa Barat, H Usep Dedi Rostandi MA.
Karena itulah menurut Suwendi, dosen PTKI harus meningkatkan kompetensinya dalam penelitian (riset), khususnya terkait metodologi riset, dan menuliskan hasilnya dalam jurnal ilmiah. “Meningkatkan kompetensi dalam metodologi riset lebih penting daripada ‘berlomba’ memperoleh bantuan atau hibah penelitian,” tegasnya pada webinar melalui aplikasi Zoom dan Youtube itu.
“Substansi PTKI itu ada pada riset dan publikasi ilmiah,” lanjutnya dalam webinar yang dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu.
Hasil-hasil riset perguruan tinggi, terang Suwendi, harus terpublikasi kepada masyarakat. Baik melalui buku maupun jurnal ilmiah.
Selain itu, hasil-hasil riset juga harus diimplementasikan pada kehidupan masyarakat. “Jadi pengabdian kepada masyarakat (PKM) harus berbasis riset,” ujar doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah tahun 2008 itu.
Tak kalah penting, Suwendi mendorong para peneliti untuk mempatenkan hasil-hasil risetnya demi memperoleh HKI (hak kekayaan intelektual). “HKI ini penting untuk perlindungan dan rekognisi karya ilmiah. Jangan sampai karya kita diaku oleh orang lain,” lanjut Suwendi pada webinar nasional bertajuk “Pengelolaan Jurnal Ilmiah Bereputasi” itu.
Pada kesempatan itu Suwendi menyebutkan capaian lima jurnal PTKI yang menduduki peringkat 1 sampai 5 Asia versi Scimago. Kelima jurnal itu yaitu: 1. Journal of Indonesian Islam (UIN Sunan Ampel Surabaya), peringkat 1 Asia dan 91 dunia (Q1); 2. Qudus International Journal of Islamic Studies (IAIN Kudus), peringkat 2 Asia dan 93 dunia (Q1); 3. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IAIN Salatiga) peringkat 3 Asia dan 119 dunia (Q1); 4. Studia Islamika (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) peringkat 4 Asia dan 125 dunia (Q1); 5. Al Jami’ah (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), peringkat 5 Asia dan 152 dunia (Q2). []






















