Beijing, Gontornews — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Lu Kang, mempersilahkan pejabat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengunjungi kamp deradikalisasi etnis minoritas Uighur di Xinjiang, Senin (7/1) dengan syarat mereka menghormati prosedur yang berlaku di tempat tersebut.
Pemerintah Cina juga meminta pejabat AS agar tidak mencampuri urusan dalam negeri Cina terkait program re-edukasi yang diberikan kepada satu juta muslim Uighur di Xinjiang.
Reuters menyebut bahwa Pernyataan Lu Kang ini merupakan jawaban dari keluhan yang disampaikan oleh seorang pejabatan Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet. Bachelet mg mengaku bahwa pihaknya tengah mencari cara agar dapat berkunjung ke Xinjiang untuk memverifikasi laporan tentang kamp pendidikan ulang yang melibatkan jutaan minoritas muslim Uighur.
Sebelumnya, sebuah panel HAM PBB mengatakan bahwa pihaknya telah menerima jutaan laporan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat yang melibatkan etnis minoritas muslim Uighur dan beberapa entis lainnya, seperti etnis Han, di sebuah kamp pengasingan di Xinjiang.
Meski ditolak dan dipertanyakan oleh dunia, program deradikalisasi atau program pendidikan ulang ini akan terus dijalankan oleh Cina. Cina berdalih program ini sukses untuk meredam potensi tindakan ekstrimisme di masa mendatang. [Mohamad Deny Irawan]






















