Riyadh, Gontornews — Adegan Ustadz Bahtiar Nasir yang minum campuran air susu dan air kencing unta sebagai obat menjadi viral. Jagat medsos pun heboh dengan pro-kontra. Ternyata, sejumlah hasil riset ilmiah di Saudi dan negara lain menunjukkan kencing dan susu unta berkhasiat antikanker dan antioksidan.
Saudi Gazette merilis dua karya ilmuwan Saudi: Dr Faten Abdel Rahman Khorshid (King Abdul Aziz University) dan Dr Abdulrahman Al-Qassas (Universitas Ummul Qurra). Keduanya menyimpulkan bahwa kencing unta mengandung partikel nano yang berfungsi sebagai antikanker dan antioksidan.
Sementara penelitian serupa telah dilakukan oleh sejumlah ahli dari berbagai negara dan terpublikasi di berbagai jurnal ilmiah. Dari penelurusan, sedikitnya ada 96 hasil riset tentang kencing dan susu unta telah terpublikasi dalam jurnal ilmiah internasional. Antara lain jurnal Etnopharmacol (2012), Biology Science, Biomedicine & Aging Pathology, Journal of Taibah University Medical Sciences, dan Pharmacogin (2017).
Faten Abdel-Rahman Khorshid, ilmuwan King Abdul Aziz University (KAAU) dan Presiden Tissues Culture Unit di Pusat Penelitian Medis King Fahd, telah menghabiskan waktu lebih dari lima tahun penelitian di laboratorium. Dia menemukan bahwa partikel nano dalam air seni hewan unta dapat melawan sel kanker dengan baik.
Penelitiannya diawali dengan eksperimen menggunakan air seni unta, sel kanker yang ada di organ paru-paru seorang pasien, serta tikus yang disuntikkan sel kanker leukimia dan air seni unta.
Sementara itu, Dr Abdulrahman Al-Qassas, peneliti di Universitas Ummul Qura, Mekkah, menegaskan lagi bahwa susu dan kencing unta dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya hepatitis, penyakit gula (diabetes) dan penyakit kulit.
“Hasil penelitian mutakhir telah membuktikan bahwa susu dan kencing unta dapat menyembuhkan sejumlah penyakit,” paparnya.
Menurutnya, pengobatan tergantung dari kondisi pasien. “Ada yang hanya memerlukan air kencing unta dan ada pasien yang cukup dengan susu unta saja. Sebagian pasien perlu mendapat pengobatan dengan mencampur susu dan kencing unta.”
Al-Qassas juga, menyebutkan beberapa penyakit perut lainnya yang dapat disembuhkan dengan air kencing binatang yang sering juga disebut “safinah al-sahra” (kapal padang pasir) itu.
Seperti dirilis Lembaga Kesehatan Nasional (NIH) AS, periset Hu dan Al-Yousef menyimpulkan bahwa kencing unta terbukti secara in vitro memiliki efek antikanker pada beberapa jenis kanker dan efek perlindungan pada saluran pencernaan dan tukak lambung. Berikut jurnal penelitiannya: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/22922085 dan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/29200713.
Kepada Saudi Gazette, Khorshid mengakui dia terinspirasi oleh saran pengobatan dari Rasulullah SAW bahwa air seni unta mengandung zat alami yang bisa membasmi sel berbahaya, serta menjaga sel-sel sehat pada pasien pengidap kanker.
“Pengobatan ini bukan sebuah penemuan baru, melainkan diambil dari warisan peninggalan Nabi kita,” katanya. Dalam sebuah hadits dari Bukhari (2855) dan Muslim (1671) dikatakan, beberapa orang datang ke Madinah dan jatuh sakit dengan perut yang membesar. Rasulullah menyuruh untuk mencampur susu unta dengan air seninya, kemudian diminum. Setelah itu mereka pun sembuh. Perut yang bengkak mengindikasikan kemungkinan adanya edema, penyakit liver, atau kanker.
Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan juga Hadist Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِي أَبْوَالِ الْإِبِلِ وَأَلْبَانِهَا شِفَاءً لِلذَّرِبَةِ بُطُونُهُمْ
“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya bisa untuk mengobati sakit perut mereka (rusak pencernaannya)“. (HR. Ahmad, Thabrani dan Thohawi)



















