Karachi, Gontornews – Iran, bekerjasama dengan kedutaan Pakistan di Teheran, pada hari Kamis (1/7) menutup perbatasan kedua negara untuk mengendalikan virus di kota-kota perbatasan.
Perbatasan Iran-Pakistan panjangnya sekitar 1.000 kilometer dan membatasi Provinsi Balochistan Pakistan dari Provinsi Sistan dan Baluchestan Iran.
Zahid Hafeez Chaudhri, juru bicara kantor luar negeri Pakistan, mengatakan kepada Arab News: “Pihak Iran telah menutup perbatasan karena tingginya prevalensi COVID-19 di Zahedan (ibu kota provinsi Sistan dan Baluchestan). Kedutaan Besar Pakistan di Teheran berhubungan dekat dengan pihak berwenang Iran mengenai masalah ini.”
Wakil komisaris kota perbatasan Chagai, Agha Sher Zaman, mengatakan perbatasan ditutup hanya untuk warga Pakistan yang ingin mengunjungi Iran sementara mereka yang ingin kembali ke Pakistan dapat melakukannya jika tes COVID-19 negatif dalam waktu 48 jam terakhir, dan memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh Pusat Komando dan Operasi Nasional (NCOC), badan tanggap pandemi federal Pakistan.
Zaman menyebutkan, perbatasan juga terbuka untuk perdagangan dan bagi warga Iran yang ingin kembali ke negaranya. “Warga Iran juga harus negatif hasil tesnya untuk melakukan perjalanan pulang.”
Warga Pakistan yang datang dari Iran diperiksa dan dites di perbatasan dan diizinkan masuk ke negara itu hanya setelah mereka dinyatakan negatif COVID-19. Mereka yang positif akan dikarantina, tambahnya.
Pakistan sepenuhnya menutup perbatasannya dengan Iran pada 24 Februari tahun lalu setelah wabah COVID-19 merebak di negara tetangganya itu. Namun, perbatasan Taftan dibuka kembali beberapa bulan kemudian pada bulan Juni, diikuti dengan pembukaan kembali kelima titik penyeberangan perbatasan untuk perdagangan.[]
























