Ottawa, Gontornews– Kepolisian Kanada atau The Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mulai pertimbangkan polisi wanita Muslim mengenakan jilbab sebagai bagian dari seragam mereka. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong keragaman dalam jajaran kepolisian di negara laping utara dari Amerika Utara tersebut.
Juru bicara Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale mengatakan, keputusan ini dimaksudkan untuk lebih mencerminkan keragaman dalam masyarakat Kanada dan mendorong perempuan Muslimah untuk mempertimbangkan profesi polisi sebagai pilihan karirnya.
“Kepolisian Kanada (RCMP)telah menyetujui penambahan untuk seragam,” paparnya seperti dilansir independent (25/8).
Keputusan ini menyusul kegemparan yang terjadi di dunia internasional, khususnya para pejabat di negara-negara Eropa, atas peraturan yang memicu kontroversi di Perancis terkait larangan penggunaan burkini di pantai dan di tempat umum.
Kanada baru-baru ini telah mendorong orang-orang dari etnis dan agama yang berbeda untuk hidup berdampingan bersama-sama.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga tak setuju dengan adanya peraturan yang melarang perempuan menggunakan burkini di pantai Perancis.
βPelarangan burkini dari anggota parlemen bakal jadi debat publik saja. Mari kita hargai pilihan dan hak asasi individu,” ujar Trudeau.
Larangan berbukini di Perancis tak hanya berpengaruh pada kebijakan penggunaan seragam polisi wanita di Kanada. Di Skotlandia, pemerintah setempat juga mulai mempertimbangkan penggunaan jilbab bagi polisi perempuan. Hal ini untuk mendong minat perempuan Muslimah berkarir di kepolisian. [Ahmad Muhajir]





















