Wellington, Gontornews — Pihak kepolisian Selandia Baru meningkatkan patroli di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (4/3). Peningkatan patroli ini dilakukan di sekitar Masjid Al-Noor dan Linwood. Pihak kepolisian mengaku mendapatkan laporan tentang ancaman baru terhadap masjid Al-Noor pekan ini.
Laporan ancaman yang diterima oleh pihak kepolisian Selandia baru berbentuk gambar pria berpenutup muka (balaclava) sambil mengancam jamaโah.
โPolisi sadar bahwa sejumlah orang telah membagikan gambar yang menampilkan masjid Al-Noor yang awalnya beredar di media sosial,โ kata Komandan polisi Distrik Canterbury, John Price dalam sebuah pernyataan.
โPembagian gambar ini menyebabkan kami kesulitan dan memunculkan kecemasan yang signifikan bagi anggota komunitas kami. Jenis ancaman ini tidak memiliki tempat di Aotearoa, Selandia Baru,โ imbuhnya sebagaiman dilansir Reuters.
Komandan Price menjelaskan pihaknya telah menggeledah sebuah rumah di Christchurch terkait ancaman ini. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari penghuni rumah, pria berusia 19 tahun, tersebut terkait ancaman tersebut.
Sebagaimana diketahui, 15 Maret tahun lalu, seorang warga negara Australia bernama Brenton Terrant, melakukan penembakan brutal puluhan jamaโah shalat jumโat di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru.
Pelaku penembakan, diketahui, menggunakan senjata semi otomatis untuk memberondong 51 jamaโah shalat Jumโat. Kejadian ini memburuk setelah pelaku dengan sengaja melakukan siaran langsung lewat akun media sosial facebook.
Akibat serangan tersebut, pemerintah Selandia Baru memperketat aturan tentang kepemilikan senjata bagi warga sipil.
Di lain sisi, Terrant menerima 92 dakwaan akibat melakukan serangan mengerikan tersebut. Menurut jadwal, Terrant akan menghadapi persidangan pada Juni mendatang. Meski demikian, Terrant menolak untuk mengakui kesalahannya tersebut.
Untuk memeringati setahun serangan brutal tersebut, sejumlah acara direncanakan pada 15 Maret 2020 mendatang di Christchurch. Para pemimpin negara, elemen pemerintah serta anggota masyarakat di Selandia Baru diharapkan untuk hadir dalam acara tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















