pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 18 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Kesaksian COVID-19 dari Alumnus Gontor di Wuhan

Annisa Irba Widyasari, Mahasiwi Fakultas Kedokteran Hubei Polytechnic University, Huangshi, Hubei, Cina

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 June 2020
in Wawancara
0
Foto: Gontornews.com

Uṭlubi al-‘ilma walaw bi al-ṣīn, tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina. Mungkin tidak ada yang menduga bagaimana perjalanan Annisa Irba Widyasari (21), alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2018, dalam mencari ilmu hingga ke negeri Cina. Tapi siapa sangka, kurang dari setahun perjalanan pendidikan Annisa di negeri Tirai Bambu, wabah virus korona menyebar ke sebagian besar wilayah Cina. Bahkan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Annisa berkesempatan melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Hubei Polytechnic University, Huangshi, Provinsi Hubei, Cina. Hubei sendiri tercatat menjadi wilayah paling terdampak virus bernama resmi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) itu.

Provinsi Hubei mencatat lebih dari 67.000 pasien dengan 3.132 kematian akibat COVID-19. Sementara ibukota Provinsi Hubei, Wuhan, merupakan lokasi pertama virus tersebut ditemukan.

“Bagi saya, masalah penyebaran COVID-19 di dunia saat ini sebagai peringatan bahwa tidak ada yang abadi di dunia. Kalau hanya dengan virus yang tidak terlihat saja kita sudah tidak berdaya, bagaimana kondisi kita saat melawan musuh Islam di akhir zaman,” kata Annisa kepada Majalah Gontor.

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan mewawancarai wanita kelahiran Bulungan-Kalimantan Utara, 28 Agustus 1999, itu. Berikut kutipan wawancaranya: 

Bisa diceritakan bagaimana Anda bisa melanjutkan studi di Hubei?

Awalnya, saya mendapatkan tawaran dari orangtua saya mengenai program kuliah di Cina. Hal ini tidak lepas dari banyaknya anak di sekitar saya melanjutkan kuliah ke Cina. Bak gayung bersambut, keinginan saya untuk kuliah di luar negeri pun terwujud. Saya pun memberanikan diri untuk mengikuti program yang ditawarkan.

Saya sendiri sempat merasa nervous dan tidak yakin apakah ijazah Gontor dapat diterima untuk mendaftar di tempat saya belajar saat ini, Hubei Polytechnic University di Huangshi, Provinsi Hubei, Cina. Meski ada beberapa kendala administratif terkait perbedaan-perbedaan bentuk surat keterangan lulus, namun kendala tersebut bisa diselesaikan, syarat administratif saya bisa dipenuhi dan pendaftaran saya pun diterima.

Bagaimana kondisi masyarakat Huangshi sebelum COVID-19 mewabah?

Sebelum COVID-19 merebak di Hubei, aktivitas masyarakat setempat berjalan sebagaimana biasanya. Sedangkan kami, para mahasiswa, dosen-dosen selalu menyampaikan berita terkini baik dari dalam negeri maupun luar negeri serta selalu mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Sebagai seorang Muslim dan menjadi minoritas di sebuah daerah di Cina, bagaimana Anda menyikapinya?

Sebagai komunitas minoritas dan baru tinggal di lingkungan yang baru, saya sempat mengalami sejumlah kendala dalam beribadah. Saya sendiri merasa tidak bebas dalam menjalankan ibadah di daerah terbuka kecuali di kamar atau tempat ibadah seperti masjid. Terkadang, masyarakat setempat merasa aneh melihat penampilan kami yang menggunakan kerudung. Saya sendiri sempat merasa takut akan kondisi tersebut. Akan tetapi, proses adaptasi tersebut bisa saya lewati dengan baik.

Teman-teman kami yang laki-laki juga tetap bisa beribadah seperti biasa seperti shalat Jumat. Sementara makanan halal juga banyak tersedia bahkan di kantin perguruan tinggi tempat kami belajar. Saya sendiri pernah ada pengalaman membeli roti dengan taburan abon di atasnya. Saat saya mengambil roti tersebut, sang penjaga kantin tanpa ragu mengingatkan jika taburan abon yang ada di atas roti tersebut berasal dari daging babi. Kala itu saya masih ingat betul sang penjaga toko roti bilang  “你不能吃这是猪肉 (Nǐ bùnéng chī, zhè shì zhūròu), yang artinya: Kamu tidak boleh makan ini. Ini daging babi. Sejak saat itu, saya tidak takut lagi atau berpikir yang aneh-aneh.

Saat wabah COVID-19 merebak di Hubei, apakah mereka panik?

Yang saya lihat mereka tidak ada yang panik.

Saat pemerintah Wuhan memberlakukan lockdown, wilayah Hubei sangat sepi bak kota hantu. Bagaimana kondisinya saat itu?

Saat saya berada di Wuhan pada 23 Januari pukul 10.00 waktu Cina, Pemerintah menghentikan seluruh transportasi dan menutup akses keluar masuk dari dan menuju Wuhan. Di hari itu, saya melihat penduduk Wuhan masih ramai dan sibuk berlalu lalang. Saya sendiri awalnya tidak paham karena saat itu suasana di Wuhan dan Cina secara umum tengah merayakan Tahun Baru Imlek. Mereka pun berbondong-bodong pulang ke daerahnya masing-masing mirip fenomena mudik di Indonesia. Sehingga meski pemerintah memberlakukan penutupan akses keluar-masuk, masyarakat tidak panik dan kondisinya biasa saja.

Baru di hari kedua, kondisi Wuhan mendadak sepi. Di jalan protokol hanya terlihat beberapa kendaraan lokal milik pribadi. Warga sekitar pun sangat sedikit yang berlalu lalang. Kalaupun mereka keluar rumah, mereka hanya keluar untuk membeli bahan makanan saja.

Saat kondisi tersebut, sebagian besar toko ditutup. Kalaupun ada yang buka, itu hanya toko yang menjual kebutuhan-kebutuhan seperti masker ataupun kebutuhan pokok. Alhamdulillah, apotek di dekat apartemen saya juga masih buka.

Bagaimana respon KBRI Beijing dalam membantu warga Indonesia saat kondisi COVID-19 mulai merebak?

Alhamdulillah, KBRI Beijing bertindak sangat tanggap dan cepat dalam menangani, menanyakan kabar atau apa saja hal yang dibutuhkan hingga mendata semua mahasiswa. Saat itu, setiap orang dari kami mendapatkan bantuan uang 280 yuan, sekitar 600 ribu rupiah, untuk jangka waktu 1 minggu. Mereka hanya meminta kami untuk melaporkan penggunaan uang saja.

Apa yang Anda lakukan saat melihat kondisi Hubei mencekam?

Yang saya lakukan saat itu hanya berdiam diri di apartemen dan melakukan hal-hal seperti biasa. Andai pun keluar, saya hanya membeli makanan dan kebutuhan lainnya. Saya dan rekan-rekan mahasiswa asal Indonesia di Wuhan juga memantau berita-berita yang ada. Saya juga memperbanyak bacaan tentang bagaimana mencegah COVID-19 sekaligus memperbanyak doa. Harapan saya waktu itu adalah agar kondisi di Wuhan segera membaik lalu kembali ke kampus atau berharap agar kami segera dievakuasi kembali ke Indonesia.

Bagaimana perasaan Anda saat Pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi seluruh warga Indonesia di Wuhan?

Alhamdulillah, saya dan tentunya kawan-kawan mahasiswa di Wuhan sangat bersyukur dan sangat senang sekali. Perwakilan Pemerintah Indonesia di Beijing sangat sigap dalam melakukan evakuasi sekalipun belum ada kepastian mengenai kapan kami akan dievakuasi.

Saya juga sangat senang dengan penyambutan yang dilakukan oleh tim evakuasi  yang lengkap dengan baju pelindung, masker dan kacamata khusus. Saya sempat melihat ada seorang pilot yang memperlihatkan tulisan: “Ayo mulih, rek! We Love You” dari jendela pesawat. Dari situ perasaan kami campur aduk antara terharu dan bangga dengan perjuangan mereka yang berusaha mengevakuasi kami dari Wuhan.

Selama menjalani karantina 14 hari di Natuna, bagaimana kondisi Anda dan WNI yang berada dalam karantina?

Alhamdulillah, kondisi kami saat dikarantina di Natuna sehat dan tidak ada yang sakit. Pemerintah pun menyediakan makanan sehat serta buah.

Apa saja kegiatan yang dilakukan WNI di kamp karantina di Natuna selama 14 hari?

Setiap pagi kami selalu olahraga wajib karena setiap pagi seluruh hanggar, tempat kami diobservasi, disemprot cairan desinfektan. Para petugas juga mengecek para WNI secara rutin mulai dari pengecekan suhu dan kesehatan setiap pagi dan malam. Mereka juga kerap menyampaikan beberapa materi. Ada juga materi dari TNI, Kementerian Kesehatan, Kedutaan Besar Republik Indoneisa, dan Kementerian Luar Negeri. Setiap sore, kami diperbolehkan untuk bermain bersama atau jalan-jalan di sekitar bandara untuk refreshing atau menghilangkan penat.

Apa himbauan atau pengarahan yang diberikan oleh Pemerintah sesaat setelah Anda dan rekan-rekan WNI di Natuna dikembalikan ke rumah masing-masing?

Mereka meminta kami untuk tetap menjaga kesehatan, kebersihan seperti kami dikarantina di Natuna. Mereka juga berharap kami dapat mengedukasi masyarakat tentang COVID-19 dan bagaimana cara mencegah virus tersebut.

Bagaimana perasaan Anda saat mengetahui COVID-19 telah masuk ke Indonesia?

Perasaan saya campur aduk. Semua orang di dunia tidak berharap COVID-19 masuk ke negaranya. Tapi sebenarnya yang jadi pertanyaan, bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut merujuk pada pengalaman serupa di negara orang.

Sebagai seorang Muslim, apa hikmah yang dapat Anda ambil dari wabah COVID-19?

Saya melihat bahwa wabah COVID-19 merupakan sebuah peringatan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Kalau hanya dengan virus yang tidak terlihat saja kita sudah tidak berdaya apalagi nanti, saat kita melawan musuh Islam di akhir zaman. Jadi, hikmahnya kita bisa introspeksi diri dan makin mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Penyembuh.

Sebagai seorang mahasiswa kedokteran, apakah obat COVID-19 sudah tersedia?

Sampai saat ini belum ditemuan obat khusus dan vaksin untuk COVID-19.

Sebagai seorang santri, bagaimana Anda menyikapi penyebaran virus COVID-19? Apakah kita perlu takut dengan COVID-19?

Kita tidak perlu takut dengan virus ini. Namun, kita juga harus tetap waspada dan disiplin dalam menjaga kebersihan tangan serta disiplin dalam menjaga asupan gizi agar daya tahan tubuh kita atau imunitas dalam diri selalu kuat.

Apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada masyarakat terkait cara mencegah atau mengantisipasi penyebaran COVID-19?

Pesan saya tetap waspada dan tidak boleh panik. Selalu sarapan pagi. Jaga kebersihan dan kesehatan. Tidak berjabat tangan untuk sementara waktu. Selalu menjaga kebersihan.. Sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan dibasuh dengan air yang mengalir. Istirahat yang cukup. Menghindari kerumunan orang banyak. Mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Memperbanyak makan sayur dan buah dan terus memperbarui informasi mengenai COVID-19 agar kita tetap waspada. []

Tags: CoronavirusGontorNatunaWuhan
Share65Tweet41Send
Previous Post

Jumlah Harian Tertinggi: Saudi Catat 3.369 Kasus Baru Coronavirus

Next Post

Misi Mars UEA Membawa Harapan bagi Dunia Arab

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result