Sahabat. Malam tadi saya menemani Pak @prabowo menjenguk korban-korban gas air mata dan kekerasan di Cut Mutia-Jakarta.
Sahabat. Saya bukan politisi, saya akademisi dan aktivis, saya memahami loyalitas dan persahabatan adalah segalanya. Saya melihat langsung mimik wajah, genggaman tangan dan pelukan para pendukung, maka tak mungkin saya meninggalkan meski segala rayu dan iming-iming datang. Saya terbiasa berjuangan dan bekerja Ikhlas, Cerdas dan Tuntas. Bagi saya amanah yg dipercayakan Pak Prabowo Subianto Dan bang @sandiuno serta partai koalisi kepada saya sebagai koordinator Juru Bicara yg bertugas menata narasi dan pesan kepada publik, belum tuntas, maka, izinkan saya tidak meninggalkan beliau-beliau, dan para pendukungnya hanya karena kuasa dan iming-iming lainnya. Biarlah saya ikut timbul dan tenggelam bersama rakyat yg mendukung untuk menuntaskan semua amanah.
Untuk Sahabat sekalian saya berpesan, mari tetap mengedepankan akhlak dan perdamaian, aspirasi disampaikan dengan kesantunan, bersabarlah. Dan, bapak-bapak aparat korban telah berjatuhan maka jangan gunakan senjata-senjata yang dibiayai oleh rakyat untuk mencelakai rakyat.






















