Ponorogo, Gontornews–Kamis (28/6/2018) merupakan hari yang dinanti-nanti bagi para calon pelajar (capel) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Setelah melewati seleksi penerimaan capel sejak bulan Ramadhan lalu, akhirnya sebanyak 3241 capel berkumpul di depan Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor untuk mendengarkan pengumuman hasil kelulusan.
Acara dimulai dengan sambutan dari Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa penjelasan dari Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A., hingga pengumuman kelulusan secara bergantian oleh para petugas.
Dalam sambutannya Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal menjelaskan bahwa penjelasan tentang pondok lebih penting dari pada pengumuman kelulusan. “Pondok ini punya umat Islam. Kami ada di sini ini karena amanah memimpin pondok ini. Kami dipinjami wewenang untuk memimpin pondok ini,”ungkapnya (28/6/2018).
Baginya, nyawa dan hidup adalah pinjaman dari Allah. Harta, tahta, wanita, kereta, adalah pinjaman dari Allah yang sewaktu-waktu bisa dicabut oleh Allah. “Hidupmu ini hanya dipinjami oleh Allah 10, 100 tahun itu hanya pinjaman. Yang menjabat jangan bangga, yang dipecat jangan kecewa. Pidato ini adalah amanat,”ucapnya.
Menurut Kiai Hasan, mendidik anak-anak bukan hanya untuk pintar, baik, berguna. Tapi juga benar, baik, berguna, dan juga memberi peringatan kepada masyarakat. “Kami ingin mencetak manusia yang berharga untuk ribuan orang bukan untuk dirinya sendiri, keluarganya, atau partainya.
“Sekarang Zaman NOW. Nonton Ora Wareg. Jangan jadi penonton saja. Kita bangsa Indonesia celakanya yang paling pertama masuk surga. Karena semua dizakatkan.
Kalau terpaksa jadi presiden, maka harus jadi presiden yang baik yang mendidik presiden-presiden di dunia,”tandasnya.
Dijelaskannya,di Gontor santri harus sabar, tawakal, ikhlas dan ridho. “Di sini anak menteri, anak jenderal nyetir grandong, nyiram halaman. Di sini anak menteri digertak, dimarahi. Panitia ujian disini tidak ada sogok suap, tidak ada uang lembur. S. T. I. R. Sabar. Tawakkal. Ikhlas . Ridho. Jangan tergoda dengan apa yang di luar. Di sini dididik menjadi jiwa yang tenang, jiwa yang mempunyai identitas.
ΩΨ§Ψ£ΩΨͺΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΨ³ Ψ§ΩΩ
Ψ·Ω
Ψ¦ΩΨ©… Ω
Ω Ψ΄Ψ§Ψ‘ ΩΩΩΨ€Ω
Ω ΩΩ
Ω Ψ΄Ψ§Ψ‘ ΩΩΩΩΩΨ±…”ungkapnya.
Lanjut beliau mengatakan, Barat menuju kebinatangan. Indonesia menuju kemanusiaan.
“Ψ§ΩΨ¨Ψ±ΩΨ© Ω
Ω Ψ§ΩΩΩ ΨͺΨΉΨ§ΩΩ
Ψ§ΩΨ¨Ψ±ΩΨ© ΩΩ Ψ§ΩΨΨ±ΩΨ©. Barokah bukan karena namanya. Barokah bukan karena orangnya
Barokah karena gerakannya
Ψ§ΩΩ
ΨΉΩΨ― ΩΨ§ ΩΩΨ§Ω
Ψ£Ψ¨Ψ―Ψ§,”tegasnya.
Dalam sambutannya itu beliau juga memohon doa kepada para hadirin agar diberikan keteguhan dalam menjalankan amanah.”Doakan kami semua, pimpinan pondok, dan staf nya semoga diberi ketabahan, kesabaran, keteguhan, dan istiqomah,”pintanya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















