10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 27 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Khidmah Guru Besar Alumni Gontor

Prof Dr KH Husnan Bey Fananie MA Sekretaris Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Peraih Gelar Profesor Kehormatan dari Azerbaijan University of Language (AUL) Baku, Azerbaijan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
11 June 2023
in Wawancara
0
Foto: sabdanews.com

Jelang peringatan 1 Abad, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus menggali potensi yang dimilikinya. Terbaru, pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo itu berhasil menghimpun 87 guru besar yang berlatar belakang alumni Gontor.

Sejumlah nama seperti Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi dan Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi dari internal Gontor berpadu dengan sejumlah guru besar ternama seperti Prof Dr Amin Abdullah, Prof Dr Aflatun Muchtar hingga Prof Dr Asep Saepudin Jahar yang belum lama ini memegang amanah sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2023-2027.

Sekretaris Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof Dr Husnan Bey Fananie MA, mengatakan bahwa seorang guru besar harus berdampak secara luas. “Guru besar harusnya bukan sekedar emblem nama saja. Seorang guru besar harus juga menjadi guru bagi banyak orang, masyarakat, negara dan umat,” ungkap Prof Dr Husnan Bey Fananie di kediamannya di Gandul, Cinere, Depok.

Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, berkesempatan mewawancarai peraih gelar guru besar kehormatan dari Azerbaijan University of Language (AUL) Baku, Azerbaijan. Berikut kutipan wawancaranya:

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Apa definisi guru besar menurut Anda?

Bagi saya, gelar guru besar bukanlah jabatan. Guru besar merupakan pemberian atas kegiatan seorang cendekiawan, intelektual yang memiliki tingkat karya yang melebihi orang lain. Dengan itu, seorang profesor bisa memberikan sebuah ide-ide baru, membangun sebuah teori baru, membangun sebuah motivasi baru hingga memberikan contoh baru bagi masyrakat.

Seorang profesor itu harus memiliki sebuah kegiatan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat, negara maupun kaum intelektual. Jadi, kalau tidak dimanfaatkan percuma. Seorang guru besar itu ilmunya, gerak-geriknya, kehidupannya bisa dicontoh, dilihat, bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk orang banyak.

Indonesia memberikan kesempatan bagi para akademisi, cendekiawan dan kalangan intelektual untuk menjadi guru besar selama memenuhi syarat yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek. Para calon guru besar harus bisa menunjukkan karya-karya seperti jurnal. Karya ini akan semakin baik dan valid jika diterbitkan di luar negeri serta mendapatkan pengakuan keilmuan di luar negeri.

Meski demikian, secara substansi, guru besar bukan sekedar urusan administratif belaka. Seorang guru besar harus bisa menjadi guru bagi orang banyak, bagi masyarakat, bagi negara bangsa bahkan umat. Mereka bukan sekedar tokoh di perguruan tinggi tetapi harus juga berdampak bagi kelompok masyarakat sosial lainnya. Bahkan, mereka diharapkan dapat juga memiliki dampak serta diakui peran dan keilmuannya oleh dunia.

Guru besar juga bukan hanya sekedar emblem nama. Di Indonesia, banyak orang yang melebih guru besar tanpa emblem nama. Banyak tokoh Indonesia yang bertitel tanpa gelar akademik dari sebuah perguruan tinggi tapi diakui oleh perguruan tinggi lain seperti di luar negeri. Sebagai contoh yaitu Buya Hamka yang keilmuannya tidak diragukan serta karya-karyanya yang bahkan berdampak hingga saat ini. Buya Hamka tidak pernah sekolah formal tapi dia mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Banyak tokoh lain yang menjadi ikon bagi kita, kecendekiawanan dan keintelektualan di Indonesia. Trimurti pendiri Gontor tidak punya gelar. Tapi karyanya, amal jariyahnya, apa yang mereka bangun dari tahun berdirinya KMI, tahun berdirinya pondok 1926 sampai masa depan, sudah melebihi berbagai macam gelar akademik.

Trimurti pendiri Gontor memiliki tingkat akademis yang sangat tinggi karena diperoleh dan didasari oleh kepekaan jiwa, kepekaan pola berpikir tentang masa depan. Jadi yang namanya guru besar, gelar akademik yang mereka miliki harus dibarengi dengan kepekaan intelektual untuk membangun kehidupan dan kecerdasan untuk masa depan. Karenanya, gelar guru besar itu tidak berpengaruh apa-apa tanpa keinginan untuk terus membangun pemahaman menuju masa depan.

Apa pendapat Anda tentang peraih guru besar dari kalangan pesantren?

Saya kira itu banyak dan bagus sekali. Informasi yang saya peroleh, alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang meraih gelar guru besar sudah mencapai 87 orang. Fakta ini tidak perlu dipertanyakan dapatnya dari mana atau diakui oleh siapa. Secara nyata, jujur dan murni, seorang yang memiliki gelar guru besar harus bertanggung jawab atas keintelektualannya, karya-karyanya dan apa yang akan ia bangun di masa depan sehingga dapat dirasakan oleh orang banyak di masa depan.

Apa saja nilai-nilai yang digunakan oleh para guru besar alumni pesantren?

Santri itu punya etos kerja dan etos dalam belajar. Santri Gontor misalnya, sudah memiliki cara dalam belajar, cara dalam mengejar sesuatu dan cara dalam menimba ilmu. Sejak kecil, santri Gontor sudah mendapatkan mahfudzat yang berbunyi Jarrib wa lāhidz takun ‘ārifan, “coba, coba, coba maka kamu akan tahu”. Para santri, bahkan, diajar untuk tidak takut mencoba, membaca, menimba ilmu di mana pun dengan cara apa pun. Kita ditekankan oleh kiai dan guru-guru kita dahulu, “Kalian jangan khawatir tidak lulus, kalau pun akhirnya kalian tidak lulus, kalian sudah lulus karena kalian tahu kalian tidak lulus berarti kalian mengikuti ujian.” Maksudnya, bukan kelulusannya yang penting tapi keberanian untuk ikut di setiap ujian dan menghadapi segala macam tantangan.

Setiap santri yang sadar akan ujian, pasti akan mempersiapkan segala ujian dan tantangan yang akan mereka hadapi. Di Gontor diajarkan, dalam melakukan segala hal, kita harus mempersiapkan diri atau i’dad.

Artinya, perilaku ke-profesor-an di pesantren sudah terbiasa?

Sudah biasa. Seorang alumni Gontor sudah terbiasa dengan ujian dan sudah terbiasa dengan tantangan. Maka, tidak mungkin mereka menerima gelar profesor tanpa diuji, tanpa ditatar. Tidak ada profesor yang diraih secara cuma-cuma. Jadi, membangun pemahaman akademik itu berarti membangun atas pemahaman diri kita sendiri. Bagaimana akademik kita diuji dan bagaimana diri kita disiapkan.

Santri-santri KMI pasti mempersiapkan semua hal sebelum ujian. Terserah, apa pun hasilnya yang penting dia ikut ujian dulu dan itu tidak masalah karena semua pelajaran yang diujikan sudah pernah dipelajari, paling tidak di kelas.

Apakah gelar profesor itu menjadi beban?

Peraih gelar guru besar pasti memiliki beban moril dan akademik yang berat. Setelah dinobatkan sebagai profesor, mau jadi apa? Apakah sudah selesai? Tidak. Tanggung jawab seorang profesor lebih besar. Dia harus mengajarkan ilmunya, menyebarkan pemahamannya, idenya, menjelaskan tentang prinsip-prinsipnya, menjelaskan tentang bagaimana dia belajar, bagaimana dia mendapatkan gelar profesor, bagaimana dia bisa menyampaikan ilmunya kepada yang lain. Percuma jadi profesor kalau hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak penting.

Apa khidmah yang paling ideal bagi para profesor?

Seorang profesor harus tetap mengajar. Itu wajib. Profesor adalah guru besar, “guru” dan “besar”. Walau bagaimana pun mereka adalah guru. “Guru kecil” saja mengajar, apalagi “guru besar”. Terkadang, sudah jadi profesor tapi mengajar saja tidak, memberikan kuliah tidak. Seorang profesor harus mengajar tanpa pilih-pilih. Siapa pun bisa dia ajar. Tidak harus, karena dia profesor, lantas hanya memberikan kuliah di pascasarjana saja, mengajar strata 2, strata 3 atau membimbing saja. Mengapa? Karena ilmu itu akan berkembang ketika dia mengajar. Ilmu itu, yang ideal yang terus berkembang. []

Tags: Profesor GontorSatu abad
Share57Tweet36Send
Previous Post

Perkuat Kerjasama, UNIDA Gontor Gelar Kunjungan ke OXCIS Inggris

Next Post

Syekh Kemas Ahmad Ulama Besar dari Kota Palembang

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result