Ponorogo, Gontornews– Jami’yyatul Qurra wal Huffaz (JMQH) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan pertemuan dengan Pimpinan PMDG KH Hasan Abdullah Sahal. Acara yang berlangsung di Masjid Jami Gontor, tidak hanya diikuti oleh anggota JMQH saja, tapi juga para musyrif (pembimbing) dari kalangan asatidz JMQH Gontor.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Hasan atau yang sering dipanggil Kiai Gontor berpesan agar para qari senantiasa memperbaiki bacaannya sampai akhir hayat. Kiai Hasan juga mengatakan bahwa hal pertama yang harus diperhatikan oleh para qari adalah tajwid yang benar.
“Yang terpenting adalah islah (perbaikan) dulu, bukan bagusnya atau indahnya bacaan Qur’annya,” ujar Kiai Hasan.
Kiai Hasan juga menceritakan bahwa dirinya pernah berdialog dengan Syaikh Mahmud Khalil Al Husari, seorang qori ternama asal Mesir, tentang bacaan Qur’an.
“Suatu saat saya pernah bertanya kepada Syaikh Mahmud Al Husari tentang cara memanjangkan suara. Lantas beliau menjawab kalau panjang pendeknya suara itu adalah mauhibah atau karunia dari Allah,” katanya.
Di akhir pertemuan Kiai Hasan juga mengingatkan bahwa orang yang paling baik adalah dia yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an. Selain itu, orang yang belajar dan menghafal Qur’an sangat banyak godaannya. Maka sebagai seorang pelajar dan penghafal Qur’an, harus tetap bersabar dan terus berjuang dengan menjaga keistiqamahan. [Abdul Nafi]






















