Tasikmalaya, Gontornews – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) KH Hasan Abdullah Sahal mengajak alumni Gontor, khususnya kader Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, untuk tidak menjalankan kegiatan sekadar rutinitas. Namun memahami kedalaman makna dari setiap langkah. “Rapor kita ditentukan oleh kita sendiri. Tanyakanlah kepada nuranimu, apakah ini sekadar kepentingan atau memang sesuatu yang penting,” tandas Kiai Hasan dikutip laman ppikpm.gontor.ac.id.
Kiai Hasan menyampaikan hal itu dalam acara Silaturahim Daerah (Silatda) Tasikmalaya di Aula Grand Metro Hotel Tasikmalaya, Selasa (24/6/2025). Alumni PMDG dari berbagai wilayah di Jawa Barat berhimpun pada cara tersebut.
Selain KH Hasan Abdullah Sahal, juga hadir Pimpinan PMDG Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA, Ketua Umum PP IKPM Gontor H Noor Syahid MPd, Ketua I PP IKPM Gontor H Saepul Anwar MPd.
Kiai Hasan lebih lanjut menyoroti pentingnya identitas diri dan keteguhan prinsip dalam berorganisasi. Kiai juga menekankan bahwa Gontor merupakan pondok yang dibangun dengan kesabaran dan perjuangan kolektif.
“IKPM akan menjadi baik jika semua hal yang dikerjakan bukan hal biasa-biasa saja. Tugas IKPM istaksiru shahibakum, perbanyaklah teman yang shalih agar kau jadi shalih,” nasihat Kiai Hasan.
Acara yang diinisiasi oleh segenap PC IKPM se-Jawa Barat ini menghadirkan 12 perwakilan PC IKPM: Bandung Raya, Bogor, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, dan Tasikmalaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul Gala Dinner yang menjadi pembuka suasana penuh keakraban.
Ketua Pelaksana Silatda Tasikmalaya dan Ketua PC IKPM Gontor Tasikmalaya, Dr KH Ahmad Deni Rustandi MAg, menyampaikan apresiasi atas kedatangan alumni dan tokoh PMDG. Ia menegaskan kesiapan PC IKPM se-Jawa Barat untuk mendukung dan menyukseskan peringatan 100 Tahun Gontor di berbagai divisi.
Ketua Abu Sittin, Al-Ustadz Haris Hasbullah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kehormatan guru, sembari mengingatkan kembali nilai-nilai mahfudzat seperti “shuhbatu ustadzin” sebagai fondasi dalam menuntut ilmu dan berorganisasi.
Sementara itu Ketua Umum PP IPKM Gontor, H Noor Syahid MPd, menuturkan, dari 15 PC IKPM yang mendaftar, 12 hadir aktif dalam kegiatan ini. Ia menyoroti peran IKPM sebagai mitra kunci dalam menyemarakkan 100 Tahun Gontor melalui berbagai program, termasuk turnamen olahraga antar-PC IKPM Gontor se-dunia dan penguatan jaringan alumni. “Umur boleh tua, tapi semangat berjuang tidak boleh renta,” paparnya.
Acara Silatda ditutup dengan doa khusyuk yang dipimpin oleh Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi MA. Doa Kiai Amal menguatkan semangat silaturahim sebagai jalan memperpanjang umur, memperluas rezeki, dan mempererat barisan alumni dalam visi besar Mundzirul Qaum Wa Munqidzul Ummah yang selalu digaungkan PMDG.
Silatda Tasikmalaya 2025 tidak hanya menjadi ajang temu kangen. Tapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antaralumni, meneguhkan peran strategis IKPM dalam menanamkan nilai, menggerakkan jaringan, dan menyongsong Satu Abad Gontor dengan penuh kebanggaan dan pengabdian. []






















