Ponorogo, Gontornews—Acara peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo tak hanya membahas tentang nostalgia para alumni ketika menjadi santri di pondok, tapi juga menjadi momen untuk penerapan kembali nilai-nilai Islam yang semakin lama semakin memudar di masyarakat.
Pengasuh Pesantren al-Hikam Malang dan Depok KH Hasyim Muzadi dalam tausiyahnya mengatakan, setiap kebenaran (al-haq) adalah milik Islam. “Kalau di tempat orang lain ada kebaikan berarti milik kamu yang disana ambil kembali. Jangan tetangganya dimaki,” ungkapnya.
Kiai kelahiran Tunan ini mencontohkan, di negara-negara yang umat Islamnya sedikit seperti Jepang, Taiwan dan Korea, kejujuran, kebenaran dan penegakan hukum sangat kuat diterapkan seperti perlindungan konsumen, menjaga kualitas jual beli, dan penegakan kedisiplinan dalam hukum. Jika ada yang kehilangan koper atau barang berharga lainnya, lanjutnya, pasti bisa kembali karena pengembaliannya dibiayai negara dan kalau tidak mengembalikan dianggap kriminal.
“Di Jepang kalau ada toko yang memalsukan kualitas barang langsung ditutup,” tegasnya.
Mengapa di Indonesia yang mayoritas umat Islam prinsip yang baik seperti itu tidak berjalan. “Kalau kita beli makanan kelirus terus, beli jeruk katanya manis tapi kecut,” paparnya.
Pengalaman Kiai Hasyim ketika membeli lampu, saat itu Kiai Hasyim memesan lampu kuno seharga 2,5 juta tapi diberi yang baru yang harganya 650 ribu. “Saya protes pedagangnya, jawabnya kalau dibiarkan lama-lama pasti kuno sendiri,” akunya menirukan pedagang tersebut.
Lalu Kiai Hasyim mencoba membayar dengan uang 650 ribu sesuai penjelasan di awal. Tapi karena uangnya dianggap kurang, pedagang itu protes dan segera dijawab dengan bercanda; “Kurangnya nanti kalau lampunya sudah kuno,” candanya.
Dalam percakapan berikutnya, pedagang ini sadar bahwa pembeli yang ada dihadapannya adalah pengasuh pesantren al-Hikam Malang dan Depok. “Bapak ini Pak Hasyim Muzadi kok tidak bilang dari tadi, malu saya. Mudah-mudahan saya ini tidak kualat,” paparnya.
Kiai Hasyim berfikir mengapa masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai dan ajaran Islam. Ia lebih takut Hasyim Muzadi ketimbang takut Allah. Setelah mengamati beberapa kasus yang sama di beberapa tempat, Kiai Hasyim menyimpulkan bahwa umat Islam mulai meninggalnya kebenaran yang dimiliki Islam.
Dalam kesempatan itu Kiai Hasyim mengajak umat Islam supaya berjuang mengisi Indonesia ini dengan prilaku yang jujur dan mendapat keridhoan Allah SWT. Terlebih dalam situaasi pasca reformasi dimana seluruh ideologi masuk baik dari kaum Muslimin, Barat dan Timur sementara dari dalam diancam oleh generasi baru Indonesia yang memasuki 1 abad atau 100 tahun.
“Yakinlah kalau mereka sakit kita pun sakit tapi kita punya Allah mereka belum tentu mempunyai Allah,” paparnya. [Ahmad Muhajir/DJ]




















