Baghdad, Gontornews – Tentara Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat berhasil menghancurkan jembatan sungai Tigris, di Mosul, Baghdad, Selasa (22/11). Hal ini dilakukan untuk menghentikan tentara ISIS dan berputar kembali ke kota Irak serta merotasi pasukannya.
PBB, sebagaimana dilansir hurriyeet daily news, menyebut lebih dari 68.000 warga telah meninggalkan wilayah tersebut sejak operasi pembebasan wilayah Mosul dari ISIS dilakukan.
Jembatan Mosul yang diluluh-lantahkan oleh tentara koalisi AS merupakan jembatan tertua di Mosul yang dibangun oleh pemerintah Inggris. Jembatan ini pula menjadi satu dari 5 jembatan yang masih berdiri di pusat kota.
“Alasan (penghancuran jembatan) itu adalah karena ISIS menggunakan wilayah tersebut sebagai penghubung untuk menerima pasukan mereka dari sisi timur kota serta memperkuat pasukan mereka. Intinya, mereka merotasi pasukannya,” kata juru bicara koalisi, Jendral Jhon Dorrian pada AFP.
“Jadi, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, Organisasi untuk urusan kemanusiaan PBB, OCHA, juga memberikan keterangan bahwa 68.000 pengungsi membutuhkan bantuan kemanusiaan.
lebih lanjut, OCHA mengatkan bahwa bantuan kemanusiaan bagi para tentara diperoleh dari berbagai kebutuhan untuk kategori warga sipil.
“Kebutuhan kemanusiaan untuk keluarga pengungsi baik di dalam maupun kamp pengungsian memprihatinkan. Warga merasa khawatir daerahnya direbut kembali (oleh tentara ISIS) sehingga menjauh dari pertempuran sengit yang terjadi di Mosul,” pungkas OCHA dalam rilisnya. [Mohamad Deny Irawan]




















