Caracas, Gontornews – Venezuela diguncang gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR), Rabu (22/8) pukul 5.31 waktu setempat. Dalam laporannya, reuters, mengabarkan bahwa kekuatan gempa yang terjadi di Pantai Timur Venezuela tersebut terasa hingga ibukota Kolombia, Bogota, dan beberapa daerah di Trinidad Tobago.
Meski diguncang gempa dahsyat, Pejabat Venezuela mengatakan bahwa perusahaan minyak negara, PDVSA, tetap beroperasi dengan normal.
“Saya sedang naik ke tempat tidur sambil menonton televisi. Ketika itu, tempat tidur saya mulai bergerak-gerak seperti gelombang air,” kata seorang dokter di Cumana, ibukota negara bagian timur, Sucre, Elia Sanchez.
“Kami harus turun dari lantai sembilan dan serasa tidak pernah berakhir,” tambah Sanchez.
Sementara itu, Rosymer Rodriguez mengaku gempa berkekuatan 7,3 SR tersebut menyebabkan trauma dan ketakutan bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir laut Sucre.
“Masih ada orang di jalan. Ada juga orang yang sedang mengemasi barang-barangnya jika gempa susulan terjadi,” kata Rodriguez.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Nestor Reverol, mengungkapkan bahwa akibat gempa tersebut membuat lima lantai teratas dari gedung pencakar langit “Tower of David” di Caracas miring
Menurut pakar geofisika dari United States Geological Survey, Jessica Turner, gempa tersebut dapat menyebabkan guncangan yang sanga keras.
“Gempa berkekuatan 7,3 SR menyebabkan kerusakan, karena di wilayah ini (Kolombia, Trinidad dan Tobago, St Lucia yang membujur dari barat ke utara) sangat rentan. Bumi mampu menyerap energi, tetapi gempa 7,3 SR juga dapat menghasilkan banyak energi,” pungkas Turner. [Mohamad Deny Irawan]






















