Dhaka, Gontornews — Pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp pengungsian Bangladesh mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa kembar Turki. Komunitas pengungsi terbesar di dunia tersebut berhasil mengumpulkan uang, membeli 700 selimut serta 200 jaket bagi warga Turki yang terdampak gempa.
“Turki telah menjadi salah satu penyedia bantuan utama di awal krisis yang kami alami. Bagaimana bisa kami duduk diam menghadapi bencana besar yang melibatkan sahabat kami,” kata pemimpin komunitas Rohingya, Zia Hero, kepada Anadolu.
“Kami adalah pengungsi di sini dan sebagian besar bergantung pada sumbangan dan bantuan dari orang lain untuk bertahan hidup. Tetapi, hadiah ini merupakan bentuk cinta dan solidaritas tak terbatas kepada saudara-saudari kami di Turki,” sambung Zia.
Pada hari Selasa (14/02/2023), sejumlah perwakilan komunitas Rohingya mengirimkan sumbangan ke Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) di Dhaka.
“Kami sangat senang melihat dukungan sepenuh hati rakyat Bangladesh selama krisis nasional kami. Kami sangat senang melihat sumbangan dari para pengungsi Rohingya,” ucap Koordinator TIKA Bangladesh, Sevki Mert Baris.
Baris menambahkan bahwa sumbangan Rohingya membawa pesan cinta dan solidaritas mendalam bagi warga yang terdampak gempa Turki. Diaspora Rohingya yang berada di luar negeri juga telah menyatakan kepuasannya atas inisiatif rekan-rekan mereka di kamp-kamp Bangladesh bagi warga Turki.
“Meskipun kontribusi kami mungkin jauh lebih kecil dari pada yang lain, kami masih ingin berbagi kepada saudara-saudari kami di Turki dan Suriah. Hasilnya, pemuda kami di kamp (pengungsi) mengkoordinasikan upaya ini,” ungkap Nay San Lwin, pendiri Koalisi Rohingya Merdeka.
“Ketika kami benar-benar terisolasi setelah kekerasan pada tahun 2012, Turki adalah salah satu negara pertama yang menjawab permintaan bantuan kami. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan mereka,” tutup Lwin. [Mohamad Deny Irawan]





















