New Delhi, Gontornews — Sebuah jembatan gantung di negara bagian Bihar, India Timur, ambruk untuk kedua kalinya dalam rentang waktu 14 bulan saja. Kepala Menteri Bihar, Nitish Kumar, Senin (05/06/2023), mengatakan pemerintah akan mengambil tindakan tegas kepada kontraktor pembangunan jembatan.
“Pembangunannya tidak benar sehingga roboh. Harusnya (pembangunan) dibuat lebih kuat,” kata Kumar sebagaimana dilansir Channel News Asia dari Reuters.
Kantor berita India, Asian Premier News Agency (ANI), melaporkan satu korban hilang pasca robohnya jembatan yang berdiri di atas sungai Gangga di distrik Bhagalpur di Biar India Timur. Setidaknya ada 8 orang yang berada di lokasi saat jembatan roboh pada Ahad 4 Juni 2023.
Sejatinya, konstruksi dijadwalkan selesai pada tahun 2019 sebelum menghadapi sejumlah penundaan. Salah satu penundaan yang terjadi disebabkan oleh keruntuhan jembatan pada 30 April tahun lalu akibat angin kencang dan hujan.
“Ada kehebohan besar di sini, rasanya seperti ada ledakan. Belakangan, kami tahu jembatan itu ambruk,” kata Rakesh Kumar, warga sekitar lokasi robohnya jembatan.
ANI juga memaparkan video yang menunjukkan sebagian badan jembatan terendam air dengan beberapa pilar dan kabel menjorok keluar sebagia penanda struktur bangunan pernah berdiri.
“Kami telah melakukan penyelidikan. Saya telah melaporkan temuan tersebut kepada kepala pemerintahan,” kata Amit Raj, wakil kepala distrik Bhagalpur.
Sebelum jembatan di Bhagalpur ambruk, Oktober tahun lalu, sebuah jembatan gantung era kolonial runtuh di kota Morbi di negara bagian Gujarat sebelah Barat. Insiden itu menjatuhkan ratusan orang ke sungai Machchhu dan menewaskan sedikitnya 135 orang. Padahal jembatan tersebut baru dibuka kembali hanya beberapa hari setelah renovasi selama beberapa bulan. [Mohamad Deny Irawan]






















