Kabul, Gontornews — Sejumlah orang yang tidak dikenal menyerang konvoi kendaraan Perserikatan Bangsa-bangsa di Kabul, Afghanistan, Kamis (11/2/2021). Akibat serangan tersebut, lima anggota pasukan keamanan Afghanistan yang mengawal kendaraan tewas.
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan itu menyebut bahwa serangan tersebut diinisiasi oleh gerilyawan Taliban. Namun, jurubicara Taliban membantah tudingan tersebut seraya menyebut bahwa serangan tersebut tidak terkait dengan organisasinya.
“Keluarga besar PBB di Afghanistan berduka atas tewasnya lima personel keamanan Afghanistan dalam sebuah insiden hari ini,” kata keterangan Misi PBB untuk Afghanistan yang dilansir Reuters.
Serangan terhadap pasukan internasional jarang terjadi sejak Taliban menandatangani kesepakatan penarikan pasukan dengan Washington. Namun, kekerasan terhadap warga sipil Afghanistan meningkat dalam beberapa waktu terakhir terutama sejak perundingan perdamaian terjalin di Qatar.
Jurubicara kepolisian Afghanistan melansir, tiga ledakan berturut-turut terjadi di Kunar Timur yang menewaskan tiga orang dan dua orang lainnya cedera. Insiden ledakan serupa juga terjadi di Nangarhar Timur pada waktu yang sama. Dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka.
Pria bersenjata yang tidak dikenal juga menembak dan melukai jurnalis media lokal, Pajhwok, Qotbuddin Kohi, di Provinsi Faryab, Kamis.
Serangan mematikan terjadi dalam beberapa waktu di Afghanistan. Umumnya, serangan tersebut terjadi akibat bom magnet yang terpasang di bawah kendaraan, alat peledak atau upaya penembakan di pinggir jalan. Akibat serangan tersebut, sejumlah pejabat, aktivis dan jurnalis Afghanistan mengalami trauma.
Sejauh ini, pembicaraan damai di Afghanistan terhenti karena kekerasan sipil yang meningkat. Sementara Presiden AS, Joe Biden, sedang meninjau kembali bagaimana cara menangani proses perdamaian di Afghanistan. [Mohamad Deny Irawan]























