Wuhan, Gontornews -- Korban coronavirus terus berguguran. Sampai Rabu (5/2) jumlah korban meninggal sudah 490. Sementara yang kasus infeksi mencaoai 24.324.
Memgutip sumber otoritas kesehatan di Wuhan, Aljazera melaporkan bahwa dibanding hari sebelumnya jumlah korban coronavirus bertambah 65 orang. Sementara jumlah kasus infeksi bertambah 3.887. Mayoritas kematian terjadi di Hubei, tetapi infeksi baru sedang dikonfirmasi di seluruh Tiongkok dan luar negeri.
Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan kasus infeksi dikonfirmasi naik menjadi 24.324 kasus, setelah 3.887 orang tambahan didiagnosis kena conoravirus Wuhan.
Banyak negara bergegas mengevakuasi warganya dari Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei. Sementara itu, banyak juga yang memberlakukan pembatasan perjalanan yang luar biasa pada pelancong ke dan dari China.
Negara-negara di luar China terus melaporkan lebih banyak kasus. Hong Kong dan Filipina melaporkan masing-masing satu kematian akibat penyakit tersebut. Singapura melaporkan ada kasus penularan dari manusia ke manusia. Satu WNI di Singapura terkena coronavirus Wuhan.
Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyerukan solidaritas yang lebih besar di antara komunitas internasional, dan mengkritik pemerintah yang twrlambat "jauh di belakang" dalam berbagi data tentang kasus virus. WHO mengatakan baru menerima 38% formulir laporan kasus yang lengkap dari sekian kasus di luar China.
Seorang dokter di RS Wuhan, seperti diungkap wartawan CCTV, menduga ada kasus penularan coronavirus dari Ibu hamis ke anak yang dikandungnya.
Dokter RS Wuhan mengatakan itu setelah pasien yang terinfeksi coronavirus melahirkan bayi pada 2 Februari. Ketiga bayinya yang baru lahir diberi tes 30 jam kemudian, dikonfirmasi bayi itu sudah tertular coronavirus Wuhan.
Kantor Berita Xinhua melaporkan bahwa Presiden xi Jinping menegaskan komitmen pemerintahnya untuk serius mencegqh penyebaran epidemi coronavirus.
Presiden Xi menyatakan kontrol virus di Cina memasuki tahap penting sebagai upaya mengendalikan wabah coronavirus. Pihak berwenanh terus berusaha mencegah penyebaran epidemi coronavirus Wuhan.
Presiden Xi Jinping juga meminta jajaran pemerintah daerah di Cina uharus melaporkan informasi wabah coronavirus secara akurat pada waktu yang tepat. Pihaknyaakan menindak para koresponden terkait berita penyebaran virus coronavirus yang menyimpang dari faktanya.
Presiden Xi juga mengatakan pemerintahnya akan memastikan barang yang disumbangkan sepenuhnya digunakan dalam pengendalian virus tersebut.[DJ]