Pyongyang, Gontornews – Benarkah Korea Utara akan segera meluncurkan empat rudal jarak menengah ke wilayah Guam? Media pemerintah Korea Utara pada hari Kamis mengatakan, pada pertengahan Agustus ini akan diambil keputusan apakah negeri itu akan meluncurkan empat rudal jarak menengah ke wilayah Guam, AS.
Sebuah tim akan mempresentasikan rencana serangan itu kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang akan memutuskan apakah rencana itu akan dilanjutkan atau tidak.
Laporan rinci mengenai rencana serangan tersebut menandai eskalasi ketegangan antara Pyongyang dan Washington setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Korea Utara awal pekan ini bahwa pihaknya akan menghadapi “api dan kemarahan” jika mengancam Amerika Serikat.
Kantor berita resmi Korea Utara KCNA menggambarkan ancaman Trump sebagai “beban omong kosong”.
“Dialog tidak mungkin dilakukan dengan orang seperti itu yang tidak beralasan dan hanya kekuatan mutlak yang bisa menimpanya,” katanya tentang Trump sembari menambahkan bahwa ia akan terus mengamati pidato dan perilaku AS.
Tentara Korea Utara sedang mengembangkan sebuah rencana “untuk mencegah pasukan musuh di pangkalan militer utama di Guam dan untuk memberi sinyal peringatan penting kepada Amerika Serikat,” kata laporan KCNA tersebut.
Guam adalah rumah bagi sekitar 163 ribu orang dan sebuah pangkalan militer AS yang mencakup skuadron kapal selam, pangkalan udara dan pasukan penjaga pantai.
“Roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh KPA (Tentara Rakyat Korea) akan melintasi langit di atas Shimane, Hiroshima dan Prefektur Koichi di Jepang,” kata laporan tersebut, mengutip Jenderal Kim Rak Gyom, komandan Pasukan Strategis KPA .
“Mereka akan terbang sejauh 3.356,7 km dalam waktu 1.065 detik dan mencapai perairan 30 sampai 40 km dari Guam.”
Sebelumnya pada hari Rabu, Gubernur Guam Eddie Calvo menolak ancaman tersebut dan mengatakan bahwa pulau tersebut dipersiapkan untuk “kemungkinan apapun” dengan pertahanan yang ditempatkan secara strategis. Dia mengatakan bahwa dia telah berhubungan dengan Gedung Putih dan tidak ada perubahan dalam tingkat ancaman.
Pejabat militer AS mengecilkan potensi konflik militer. Tiga pejabat AS yang berbicara dengan kantor berita Reuters mengatakan bahwa AS tidak memindahkan aset tambahan ke wilayah tersebut setelah ancaman Korea Utara terhadap Guam. [Rusdiono Mukri]





















