Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan Malaysia, Rabu (19/04/2023), menghimbau masyarakat untuk memakai masker di luar rumah seiring dengan cuaca panas dan kabut asap yang mempengaruhi negara.
Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Zaliha Mustafa, juga meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik selama musim panas dan kabut asap yang berisiko meningkatkan penyakit.
“Saat ini, negara kita sedang dilanda cuaca panas yang berdampak pada kualitas udara dan suhu lingkungan di beberapa daerah,” kata Zaliha sebagaimana dilansir Channel News Asia dari Bernama.
Indeksi Polusi Udara (Air Pollution Indeks/API) menetapkan skor di atas 100 tidak sehat, di atas 200 sangat tidak sehat dan di atas 300 berbahaya. Pada Selasa (18/04/2023) malam, media lokal Malaysia melaporkan bahwa 11 lokasi berbeda di negeri Jiran tersebut berada dalam kategori tidak sehat. Tetapi, sehari setelahnya, Rabu (19/04/2023), API tidak mencatat satu lokasi pun yang masuk kategori udara tidak sehat.
Dr Zaliha menambahkan agar masyarakat menutup jendela rumah atau bangunan agar partikel kabut tidak masuk. Tidak hanya itu, dia juga meminta masyakat untuk tidak merokok dalam ruangan yang berpotensi meningkatkan polutan udara dalam ruangan.
“Jika bisa, gunakan AC dan filter udara di rumah untuk menyaring partikel halus serta mencegah masuknya udara tercemar dari luar,” sambung Zaliha.
Sabtu (15/04/2023) lalu, Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Malaysia, Nik Nazmi Nik Ahmad mengatakan kabut asap melanda sebagian wilayah negara Asia Tenggara itu. Secara khusus, ia menjelaskan bahwa penyebab kabut asap itu adalah kebakaran gambut serta pembakaran terbuka di beberapa daerah.
“Kabut asap tidak hanya terjadi di Malaysia tetapi juga di negara-negara kawasan ASEAN,” tutup Nik Azmi. [Mohamad Deny Irawan]





















