Suriah Utara, Gontornews — Kepemimpinan Kurdi Suriah akan mengerahkan warga sipil untuk menuju perbatasan menghadapi serangan militer yang telah disiapkan Turki di perbatasan Turki-Suriah.
Dikutip dari laman Aljazeera bahwa Rabu (9/10) Pemimpin Kurdi Suriah telah mengeluarkan seruan pengerahan secara umum kepada warga sipil menuju ke perbatasan untuk menentang operasi militer yang akan dilakukan oleh negara tetangga Turki, karena dapat menimbulkan bencana kemanusiaan.
“Kami mengumumkan tiga hari mobilisasi umum di Suriah Utara dan Timur,” kata Pemerintah sipil Kurdi dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, Komandan milisi Kurdi, Mazlum Kobani kepada The New York Times mengatakan bahwa pasukannya siap untuk memerangi militer Turki.
“Kami akan melawan. Kami telah berperang selama tujuh tahun sehingga kami dapat melanjutkan perang selama tujuh tahun lagi,” katanya kepada surat kabar itu.
Ia juga mendesak Amerika Serikat untuk menekan para pemimpin politik dan militer mereka untuk menghentikan serangan Turki. Sebab menurutnya operasi militer tersebut akan menghasilkan pembantaian besar.
Sementara itu, Seorang Pejabat Senior Turki mengatakan bahwa pasukan Turki akan segera menyeberang ke Suriah, bersama dengan pasukan pemberontak sekutu Suriah untuk memerangi para pejuang Kurdi serta ISIS.
Sejak beberapa hari lalu, Ankara telah mengerahkan ribuan tentara dan menyiapkan senjata berat di sepanjang perbatasannya dengan Suriah, negara itu bersumpah akan terus melanjutkan operasi militernya dan tidak tunduk pada ancaman AS atas rencananya melawan Kurdi serta Pasukan Demokrat Suriah (SDF).
Turki juga telah lama mengancam akan melancarkan serangan terhadap pejuang Kurdi di Suriah yang dianggap Ankara sebagai teroris dan telah bersekutu dengan pemberontakan Kurdi selama puluhan tahun di Turki yang telah menewaskan sekitar 40.000 orang.[Devi Lusianawati]






















