Tepi Barat, Gontornews — Seorang warga Palestina kembali meregang nyawa oleh peluru tajam tentara Israel di Tepi Barat, Rabu (24/10). Selain itu tiga orang warga Palestina mengalami luka-luka dalam operasi yang dilakukan Israel.
Mohammed Bisharat (21) harus menyerah pada luka-lukanya setelah peluru tajam milik tentara Israel bersarang di dada, saat operasi digelar Otoritas Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Informasi yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Palestina, seperti dikutip Aljazeera menjelaskan, selain menewaskan Mohammed Bisharat, operasi yang digelar Otoritas Israel di di Desa Taamun, Tepi Barat, timur laut kota Nablus juga telah melukai tiga orang lainnya.
Menurut saksi mata, tentara Israel menggunakan peluru tajam dan gas air mata untuk menghadapi para demonstran Palestina dalam serangan semalam di wilayah yang diduduki tersebut.
Selama bulan Oktober ini, serangkaian insiden mematikan semakin meningkatkan ketegangan di Tepi Barat.
Senin (22/10), pasukan Israel telah membunuh Moammar Arif Refa’ey al-Atrash (42) laki-laki dari Hebron setelah ia diduga mencoba menusuk seorang tentara Israel.
Sebelumnya, tanggal 15 Oktober lalu, seorang Palestina juga ditembak mati setelah diduga menikam seorang tentara Israel di Tepi Barat utara.
Sementara beberapa hari sebelumnya, Aisha Al-Rawbi (80), seorang ibu Palestina tewas setelah para pemukim Yahudi melempar batu ke mobil yang dia tumpangi.
Tepi Barat merupakan salah satu wilayah yang diduduki oleh Israel dalam Perang Enam Hari 1967. Namun hal itu tidak mendapatkan pengakuan dari komunitas internasional.
Rakyat Palestina menginginkan wilayah tersebut sebagai bagian dari negara yang merupakan masa depan mereka. Namun demikian, ekspansi terus menerus dilakukan oleh pemukiman Israel dan mempersulit hal itu terjadi.
Sementara itu, tokoh-tokoh Palestina menyebutkan jumlah pemukim yang tinggal di tanah yang diduduki tersebut lebih dari 650.000 orang yang tersebar di sekitar 200 pos pemukim di Tepi Barat yang diduduki dan mencoba menduduki Yerusalem Timur.[Devi Lusianawati]






















