Islamabad, Gontornews — Salah satu Janji Perdana Menteri Pakistan yang baru, Imran Khan, untuk menjalankan pemerintahan dengan prinsip kesederhanaan mulai terealisasi. Mulai hari Senin (17/9), Pemerintah Pakistan melelang setidaknya 100 kendaraan milik Pemerintah.
Melalui lelang ini, Pakistan berharap dapat mengumpulkan setidaknya 2 Miliar Rupee atau sektiar 1,02 Triliun Rupiah untuk menutupi kosongnya kas pemerintah.Salah satu mobil mewah yang dilelang pemerintah Paksitan adalah kendaran anti-peluru dengan merek Marcedes Benz yang diperkirakan bernilai sekitar 1 Miliar Rupee atau sekitar 205 Miliar Rupiah (kurs 1 Rupee = 205 Rupiah) dan sedan BMW 36 yang diperkirakan bernilai 250 juta Rupee atau sekitar 51 Miliar Rupiah
Sejumlah kritikus menilai bahwa penjualan sejumlah mobil milik pemerintah tersebut tidak akan terlalu berpengaruh pada penghematan dan cenderung hanya bagian dari pencitraan saja.
“Ini adalah perubahan pola pikir,” ungkap Imran Khat saat berpidato pada haru Jum’at (14/9) yang lalu sebagaimana dilansir Reuters.
“Aku akan menghitung setiap Rupee dari apa saja yang saya belanjakan untuk pribadi,” tambah Khan.
Lawan politik Khan mengaku bahwa di pemerintahan sebelumnya, penjualan kendaraan milik pemerintah kerap dilakukan terutama untuk mengganti kendaraan pemerintah yang sudah berumur tua untuk menggantinya dengan yang baru.
Benar saja, reuters menemukan bahwa penjualan kendaraan pemerintah Pakistan umumnya berusia paling muda 10 tahun dan yang paling ‘tertua’ adalah 2 unit Toyota Corolla berusia masing-masing 32 tahun.
Menteri Informasi Pakistan, Fawad Chaudhry mengatkaan bahwa langkah penghematan yang dilakukan oleh rezim Khan mungkin tidak berpengaruh banyak dengan PDB tapi untuk pemasukan negara, jumlah tersebut cukup tinggi.
“Jika anda mencoba untuk melihatnya terhadap PDB, jumlah tersebut sangat kecil, tapi jika dilihat angka, tentu tidak kecil,” kata Chaudry.
Selain menjual kendaraan pemerintah, Khan juga akan melakukan ‘penghematan’ lain berupa memangkas gaji lebih dari 50 staf Istana Perdana Menteri dan menetapkan enam hari kerja bagi pegawai negeri. Selain itu, Khan yang tidak ingin tinggal di istana Perdana Menteri juga memutuskan untuk menggunakan helikopter untuk memangkas biaya iring-iringan kendaraan Perdana Menteri.
Meski belakangan, penghematan biaya untuk menggantikan iring-iringan kendaraan Perdan Menteri menjadi helikopter tidak sepenuhnya tepat jika melihat biaya bahan bakar, pilot serta perawatan Helikopter yang tentunya mahal. [Mohamad Deny Irawan]


















