Sydney, Gontornews — Pemerintah Australia, Kamis (28/1/2021), segera membuka jalur perbatasan yang memisahkan tiga negara bagian terpadat. Pencabutan aturan pembatasan di wilayah perbatasan ini muncul setelah pemerintah pusat mencatatkan nol kasus Covid-19 dalam 11 hari berturut-turut. Ketiga negara bagian Australia yang dimaksud adalah New South Wales (NSW), Victoria dan Queensland.
Negara bagian NSW misalnya memberlakukan karantina serta pembatasan wilayah perbatasan secara ketat bagi para pelancong. Pemerintah NSW terpaksa memberlakukan pengetatan wilayah perbatasan menyusul terkonfirmasinya pandemi Covid-19 di wilayah Sydney pada akhir Desember silam. Setelah klaster Sydney selesai, pemerintah membuka kembali wilayah perbatasan mereka.
Perdana Menteri Queensland, Annastacia Plaszczuk, mengatakan pihaknya akan kembali menerima kedatangan warga NSW mulai 1 Februari mendatang. โSaya ingin melihat keluarga dan teman bersatu kembali,โ ucap Plaszczuk kepada Reuters.
Pun dengan negara bagian Victoria yang mengisyaratkan pembukaan pengaturan perbatasan dengan Sydney mulai Jumโat (29/1/2021). Negara bagian Victoria melaporkan nol kasus dalam 22 hari terakhir.
Negara bagian Victoria memperkenalkan sistem izin bagi semua pelancong yang memungkinkan penetapan area antar negara bagian berwarna hijau, oranye dan merah. Bagi para pelancong yang berasal dari daerah zona oranye, pemerintah Victoria mewajibkan para pelancong untuk melakukan tes korona tiga hari setelah kedatangan.
โSaya berahap, besok tidak ada zona meraha di NSW dan zona hijau yang lebih besar. Tetapi, kemungkinan ada beberapa sisa dari beberapa area yang tetap berwana oranye,โ kata PM Victoria, Daniel Andrews.
Sejauh ini, Australia telah melaporkan lebih dari 22.000 kasus Covid-19 serta 909 kematian sejak Maret tahun lalu. Pada awal pandemi, pemerintah Australia menutup wilayah perbatasan internasional, memberlakukan penguncian serta memberlakukan jarak sosial ketat. [Mohamad Deny Irawan]




















