Maluku, Gontornews – Laut Banda diguncang kembali gempa bumi tektonik berkekuatan 6,6 Skala Richter, Rabu (21/12) pukul 07.17.17 WIB. Hasil analisis info cepat 5 menit pertama oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) berpusat pada 7,75 LS dan 128,01 BT, tepatnya di Laut Banda pada jarak 357 km arah barat barat laut Kota Saumlaki dengan kedalaman 173 km.
Peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan dalam wilayah luas seperti di Kepulauan Tanimbar, Kepualaun Kai Kecil, Pulau Damar, Pulau Moa, Pulau Timor, Pulau Wetar, dan Pulau Alor, pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI.
Menurut laporan, guncangan gempa bumi ini dirasakan oleh banyak orang bahkan beberapa warga berlarian keluar rumah karena panik. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempa bumi.
Gempa bumi Laut Banda ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi menengah, sehingga wajar jika guncangannya dirasakan dalam wilayah yang luas. Gempa bumi ini terjadi akibat aktivitas Subduksi Banda dengan laju sekitar 20 mm/tahun ke arah barat laut di Cekungan Weber bagian selatan. Cekungan laut dalam di Banda ini populer disebut sebagai zona Deep Weber.
Data BMKG menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir di zona Deep Weber ini memang mengalami peningkatan aktivitas seismik yang cukup signifikan. Kemarin, Selasa (20/12) di zona ini juga terjadi gempa bumi 5,2 SR dan dirasakan di Kepulauan Tanimbar dan Kepualaun Kai Kecil.
Patut disyukuri bahwa dengan kedalaman hiposenter di kedalaman menengah ini, hasil modelling tsunami menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang, tidak terpancing isu mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami. Mohamad Deny Irawan




















