Beirut, Gontornews — Surat kabar berbasis di Amerika Serikat, The Daily Beast, memberitakan bahwa ledakan di Beirut merupakan konspirasi. Tuduhan tersebut berasal dari twitter yang terkait dengan intelejen Arab Saudi. Akun Twitter tersebut juga menuduh Hizbullah sebagai pihak paling bertanggungjawab atas insiden mematikan tersebut.
Meski demikian, baik Pemerintah Lebanon maupun Hizbullah menyangkal tuduhan tersebut.
Pakar Timur Tengah, sebagaimana dilansir Al-Jazeera, mengatakan bahwa informasi tersebut menyesatkan. Informasi tersebut, lanjut sumber tersebut, berniat untuk membangun opini publik Saudi bahwa Hizbullah adalah organisasi teroris serta membahayakan.
Sebagaimana diketahui, Lebanon diguncang ledakan hebat dari sebuah gudang di Pelabuhan Beirut, Selasa (4/8). 137 orang dikabarkan tewas dengan 5.000 orang terluka akibat insiden tersebut.
Presiden Lebanon, Michel Aoun, menjelaskan bahwa gudang tersebut berisi 2.750 kg Amonium Nitrat yang digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik maupun bahan peledak pertambangan. Presiden Aoun menyerukan penyelidikan untuk mengetahui sebab ledakan tersebut. Sejumlah sumber mengatakan bahwa penyebab ledakan murni karena kelalaian.
Namun, perdebatan mengenai penyelidikan ledakan tersbeut mengemuka. Ex Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, Fouad Siniora, Najib Mikati dan Tamam Slaam menyerukan PBB dan Liga Arab untuk membentuk komite investigasi internasional.
Sementara Wakil Ketua Parlemen Lebanon, Elie Ferzli, menolak seruan investigasi internasional. Ferzli meminta Pemerintah untuk membentuk komite investigasi internal untuk mengungkap penyebab ledakan.
Pemerintah juga diminta untuk melaporkan hasil investigasi dalam waktu kerja paling lambat 5 hari ke depan. Sementara otoritas militer diminta untuk memberlakukan penahanan rumah kepada semua pihak yang terlibat dalam penyimpanan Amonium Nitrat di Pelabuhan Beirut dari 2014 silam
Presiden Aoun daam pidatonya Rabu (5/8), meminta semua pihak untuk melanjutkan penyelidikan dan mengungkapkan hasil penyelidikannya ke publik. Ia juga meminta semua pihak terkait agar bertanggungjawab atas tindakannya. Pengumuman hasil investigasi akan disampaikan ke publik secara transparan. [Mohamad Deny Irawan]





















