Kandahar, Gontornews — Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan lima diplomatnya tewas dalam pemboman di Kandahar, Afghanistan, yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 17 lainnya, termasuk Duta Besar UEA untuk Afghanistan, Juma al-Kaabi.
Kantor berita resmi UEA, WAM, mengatakan para pejabat itu berada di Afghanistan untuk misi kemanusiaan, yaitu melaksanakan kerjasama pendidikan dan pembangunan proyek-proyek.
Mereka berada di dalam kantor Gubernur Kandahar ketika ledakan menghantam kantor itu, Selasa (10/1).
Ledakan di kantor gubernur itu merupakan salah satu dari serangkaian pemboman yang melanda tiga kota Afghanistan, Selasa, menewaskan hampir 50 orang dan melukai 100 orang lainnya.
Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri dan Wakil Presiden UEA, mengatakan di Twitter, “Tidak ada alasan atau pembenaran atas nama moral atau agama untuk pemboman dan pembunuhan terhadap orang-orang yang mencoba untuk membantu orang lain.”
Pihak berwenang Afghanistan mengatakan, korban tewas termasuk dua politisi, Wakil Gubernur Kandahar dan seorang diplomat Afghanistan yang bertugas di Kedutaan Besar Afghanistan di Washington.
Para diplomat UEA itu berada di Afghanistan untuk membuka sejumlah proyek bantuan UEA sebagai bagian dari program bantuan untuk Afghanistan.
Untuk mengenang dan menghormati mereka, Pemerintah UEA mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari di seluruh negeri.
Taliban membantah telah melakukan pemboman itu, dan mengatakan serangan itu hasil dari persaingan internal di Kandahar. [Rusdiono Mukri]






















