Ankara, Gontornews β Sejumlah LSM Turki berkumpul di depan Kedutaan Besar India di Ankara, Jumat (23/8) untuk mengungkapkan solidaritas mereka warga Jammu dan Kashmir yang dikuasai India.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, mereka membawa plakat bertuliskan “Rakyat Kashmir Menginginkan Kebebasan” dan “Kashmir harus diberi hak untuk memilih masa depan politik mereka.”
Ahmet Sanver, ketua Asosiasi Pemuda Anatolia cabang Ankara, menggarisbawahi bahwa bagian utama Lembah Kashmir berada di bawah pendudukan India. Karena itu ia menyerukan pemerintah India untuk menghentikan pengiriman pasukan ke wilayah tersebut.
Wilayah ini telah menghadapi tindakan keras sejak 5 Agustus, ketika pemerintah India menghapuskan Pasal 370 Konstitusi India, yang memberi Kashmir status khusus.
Ratusan orang, sebagian besar pemimpin politik, telah ditahan atau ditangkap oleh pihak berwenang sejak penghapusan status khusus itu.
“Masa depan dan status Kashmir harus diputuskan oleh orang-orang Kashmir, bukan oleh New Delhi,” kata Sanver, merujuk pada resolusi 1948 PBB atas plebisit untuk memutuskan nasib warga di lembah yang indah itu.
“Pemerintah India harus mengakhiri kekerasan yang tidak proporsional terhadap rakyat Kashmir.”
Dengan “praktik dan keputusan yang tidak dapat diterima” dari pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi, Kashmir berada di “ambang perang”, ia menekankan.
LSM Turki menyatakan keprihatinannya atas kemungkinan terjadinya “perang besar” di Kashmir.
Mereka menekankan pentingnya menjalin dialog antara India dan Pakistan untuk menghindari segala jenis perang, baik nuklir maupun konvensional.
Mereka juga menuduh India melakukan perubahan demografis di Kashmir yang dibatasi oleh Konstitusi India.
“Kekuatan global, terutama AS, harus berhenti mencari peluang untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan konflik dan ketegangan di Kashmir,” kata pernyataan itu.
Selain itu, mereka meminta pemerintah Turki untuk menyuarakan Kashmir.
Protes serupa diadakan di luar Konsulat India di Istanbul. Puluhan orang mengibarkan bendera Kashmir dan Pakistan dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung kebebasan Kashmir. [RM]






















