Madura, Gontornews — Bersama para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Madura, pada Ahad (19/1) siang telah digelar Aksi Solidaritas untuk Muslim Uighur China. Acara ini diperuntukkan untuk umum dan bertempat di lapangan H Sya’bi Omben, Sampang, Madura. Dimulai sejak ba’da Zhuhur tepatnya pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB.
Kepada Gontornews.com, KH Jerjis, menginformasikan bahwa tema acara ini adalah, Madura Peduli Uighur. Aksi solidaritas itu pun bertujuan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan atas kebiadaban orang-orang China komunis yang tidak memiliki sifat kemanusiaan dan bersifat hewani terhadap Muslimin Uighur, China.
“Acara yang dihadiri oleh puluhan ribu masa tersebut, juga turut mengundang perwakilan para ulama se-Madura dari empat kabupaten, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep,” ulas Kyai Pondok Pesantren Al-Isa’af Belaan Guluk-Guluk itu.
Pelanggaran HAM terhadap Muslimin Uighur memang masuk katagori papan atas. Kasus Uighur ini masuk dalam kampanye global Amnesty untuk persekusi minoritas paling parah. Hal ini sebagaimana disampaikan peneliti Amnesty Internasional Indonesia, Papang Hidayat. Data tersebut, menurutnya, bersumber dari tim Amnesty Internasional yang menangani isu Uighur.
Bukti lain bentuk pelanggaran HAM terhadap Uighur adalah pelarangan atas kebebasan berekspresi dan beragama. Saat ini China memiliki kuasa di tingkat internasional dengan kekuatan ekonomi global yang luar biasa. Amerika Serikat sudah tersaingi. China berpengaruh terhadap negara-negara lain di dunia.
Bahkan, China juga berpengaruh terhadap negara-negara Muslim. Buktinya, belum ada negara Muslim yang menyoal Uighur. Padahal lembaganya sudah memberikan berbagai laporan secara konsisten bila ada diskriminasi sistematik. Amnesty bahkan menyebut apartheid seperti Rohingya di Rakhine.
“Pada intinya, dari acara ini kami meminta agar kita bisa memutuskan hubungan dengan China. Karena, mereka adalah pelanggar HAM (Hak Asasi Manusia) berat serta tidak berperikemanusiaan,” pungkas sang kyai. <Edithya Miranti>





















