Cianjur, Gontornews — Ma’had Al-Quds Li Tahfidzil Qur’an Cibeurum, Cianjur, menggelar wisuda Khotmil Qur’an perdana sejak berdiri pada tahun 2015. Wisuda perdana ini melibatkan M Abu Samah, putra dari Abdul Gofur yang merupakan alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1988.
Hadir dalam pelaksanaan wisuda tahfidz ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus Ma’had Muqoddasah Li Tahfidzil Qur’an, KH Hasan Abdullah Sahal. Acara ini juga dihadiri oleh KH Musa Haris, KH Yahya Zaini, Dr KH Mukhlis dari Pimpinan Pondok Modern Al-Aqsho, H Agus Maulana dari Forum Bisnis Alumni Gontor, H Faiq Abdillah dari Komunitas Masyarakat Santri (Komas) alumni Ma’had Al-Muqaddasah, keluarga besar Ma’had Al-Quds.
Dalam sambutannya, Pimpinan Ma’had Al-Quds Li Tahfidzil Qur’an, Ustadz Ma’shum, menjelaskan azamnya dalam mendirikan pesantren tahfidz dengan biaya gratis. Tekad ini mulai terwujud dengan adanya 120 santri yang menghafal Qur’an di Al-Quds dengan komposisi 70 santri tahfidz dhuafa dan 30 persen santri tahfidz berkategori mampu.
“Kami terinspirasi dari Ustadz Hasan. Beliau mengatakan jangan menunggu usia 40 tahun untuk mendirikan pesantren jika memang mampu. Kalau bisa dari sekarang membangun pesantren,” kata Ustadz Ma’shum dalam rilis yang diterima Majalah Gontor.
Sementara itu, Kiai Hasan, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pesantren tahfidz Qur’an memiliki kekhususan yang khas ketimbang lembaga pendidikan yang lain. Bagi Kiai Hasan, pesantren tahfidz sangat khas bagi umat Islam.
“Lembaga tahfidz Qur’an tidak dimiliki oleh agama apapun kecuali agama Islam dan susah untuk bisa merumuskan lembaga pendidikan berbasis Qur’an,” ucap Kiai Hasan.
“Menanamkan sejak dini kebiasaan menghafal Qur’an adalah keharusan dan kewajiban karena jika ditanamkan sejak dini, jiwa Qur’an akan sempurna,” tutup Kiai Hasan. Mohamad Deny Irawan






















