Bogor, Gontornews — Mahasiswa Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor mengakhiri kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) 2019. Penutupan kegiatan ini dilakukan oleh Wakil Rektor INAIS Ujang Buchori Muslim S.Ag, ME.Sy. di Kampus INAIS Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor, Sabtu (28/9). Sebelum ditutup, peserta KKN yang terbagi atas sembilan kelompok mempresentasikan laporannya.
Seperti diberitakan gontornews.com sebelumnya, sebanyak 96 mahasiswa INAIS melaksanakan KKN di tiga kabupaten: Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Untuk Kabupaten Bogor, mahasiswa disebar di Kecamatan Cigudeg, Leuwiliang, Sukajaya, Leuwisadeng, Tamansari, dan Nanggung. Sedangkan untuk Kabupaten Cianjur di Kecamatan Cidaun, dan Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Surade.
Ke-96 mahasiswa itu berasal dari tiga fakultas: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Mereka dari program studi (Prodi): Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Bisnis Syariah (MBS), dan Perbankan Syariah (PS).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INAIS, Dr (C) Zainal Arifin, M.Pd mengatakan, selama 40 hari para mahasiswa melakukan pengabdian di tengah-tengah masyarakat. Mereka antara lain membantu memberdayakan masyarakat melalui pengembangan potensi daerah.
Mahasiswa INAIS yang tergabung dalam Kelompok IV Desa Banyu Wangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, misalnya, memperkenalkan aneka produk makanan berbahan baku bunga Rosela (Hisbiscus sabdariffa).
Mereka memproduksi sirup, teh, dan selai. “Semuanya dari bunga Rosela yang kaya manfaat,” ujar Sabrina Ali, ketua Kelompok IV.
“Kami memperkenalkan produk-produk makanan dari bunga Rosela karena tanaman ini banyak terdapat di Desa Banyu Wangi.”
Namun, lanjut Sasa, sapaan akrab Sabrina Ali, masyarakat Desa Banyu Wangi belum memanfaatkan tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah itu. Padahal bunga Rosela banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia. Khususnya untuk kesehatan. Bunga Rosela mengandung vitamin A, vitamin C, asam amino, kalsium, protein dan zat gizi yang lain.
Sementara itu mahasiswa INAIS yang tergabung dalam Kelompok VIII Desa Cidamar Kabupaten Cianjur memperkenalkan produk makanan “Citol” alias cilok yang terbuat dari ikan tongkol. Sebagai daerah pantai, ikan –termasuk tongkol—banyak terdapat di desa ini.
Selain itu, mereka juga memperkenalkan produk makanan berbahan baku pepaya yang banyak terdapat di daerah itu. Mereka misalnya memproduksi “Kremes Pepaya”.
“Terima kasih kepada mahasiswa yang telah melakukan KKN dengan sangat baik. Saya kira setelah lulus kuliah nanti, kalian tidak akan sulit mencari pekerjaan. Ciptakanlah pekerjaan bagi orang-orang lain. Kembangkan potensi yang ada di daerah kalian,” kata Wakil Rektor INAIS Ujang Buchori Muslim S.Ag, ME.Sy, saat menutup kegiatan KKN.
Mengutip sebuah hadis ia menambahkan, mahasiswa INAIS hendaknya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. “Khairunnaas anfa‘uhum linnaas. Sebaik-baik kamu adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain,” paparnya. [RM]


















