New York, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyebut Yahudi sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap krisis dan porak porandanya kondisi politik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Mahathir saat diwawancarai program Hard Talk di BBC, Selasa (3/10).
“Jika anda mau jujur, masalah di Timur Tengah itu terjadi setelah terbentuknya negara Israel. Itu adalah kebenarannya. Tapi saya tidak mengatakan itu,” ungkap Mahathir sebagaimana dilansir Reuters.
Tidak hanya itu, Mahathir juga dengan tegas menentang tragedi Holocaust yang menewaskan sekitar 6 juta warga Yahudi di Jerman. Padahal, Mahathir menemukan bahwa warga Yahudi yang tewas hanya empat juta.
Dalam biografinya yang berjudul The Malay Dilemma, Mahahtir menjuluki Yahudi sebagai orang pemilik hidung bengkok, yang konon membuat warga Yahudi berang atas pernyataan tersebut. Padahal, Mahathir menyebut bahwa orang Malaysia kerap diejek dengan memiliki hidung berlemak.
“Banyak orang menyebut orang Melayu berhidung lemak. Kami tidak keberatan dan tidak akan pergi berperang untuk (menentang) itu,” tambah Mahathir.
Sebelumnya, Mahahtir menyindir keberadaan PBB dan sejumlah negara dunia yang mendukung pendudukan Israel di Palestina karena dinilai telah melanggar hukum internasional serta melakukan tindakan terorisme terhadap warga Palestina. [Mohamad Deny Irawan]





















