Kuala Lumpur, Gontornews – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, meminta Departemen Kehakiman Malaysia untuk menyita sebuah jet pribadi senilai 35 juta dolar Amerika Serikat milik Lho Taek Jho atau yang akrab disapa Jho Low, Senin (13/8). Jho Low sendiri merupakan aktor utama di balik skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diduga melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
“Ya saya pikir begitu. Kami harus membawanya (Jho Low) kembali,” ungkap Mahathir Mohamad sebagaimana dilansir Reuters.
Selain jet pribadi jenis Bombardier Global 5000, sebuah kapal pesiar mewah, superyacht Equanimity senilai 250 juta dolar Amerika Serikat milik Jho Low juga disita oleh otoritas setempat.
Salah seorang pejabat setempat, sebagaimana disampaikan Reuters, mengabarkan bahwa jet Bombardier Global 5000 tersebut pertama kali mendarat di Bandara Changi Airport, Singapura pada tahun 2017 lalu.
Perusahaan pembuat Jet Bombardier Global 5000, Jet Aviation, melalui juru bicaranya, tidak mengetahui bagaimana sebuah perusahaan bisa memiliki pesawat berharga fantastis tersebut. Jet Avian bahkan menyatakan jika transaksi yang dilakukan hanya melibatkan perusahaan dan otoritas lokal saja.
Saat ini, Jho Low sudah ditetapkan oleh otoritas keamanan Malaysia sebagai buronan. Pemerintah Malaysia juga telah membekukan rekening pribadi Jho Low dan keluarganya yang mencapai 120 juta dolar Singapura dalam bentuk dana maupun usaha propertinya.
Hingga saat ini, keberadaan Jho Low belum diketahui. [Mohamad Deny Irawan]



















