Kuala Lumpur, Gontornews — Perusahaan makanan halal asal Malaysia, MyChef, memenangkan tender penyedia makanan halal selama perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Mereka tengah mempersiapkan makanan ribuan porsi makanan halal siap saji mulai dari nasi biryani hingga nasi goreng.
“Ini adalah peluang besar bagi kami,” ungkap CEO MyChef, Ahmad Husaini Hassan, sebagaimana dilansir Reuters.
Selain Olimpiade Tokyo 2020, MyChef juga menyediakan makanan halal siap saji dalam perhelatan paralimpiade pada akhir Juli hingga September mendatang.
“Niat kami adalah untuk tidak keluar-masuk (Jepang). Kami sudah masuk dan akan tinggal untuk jangka panjang,” tambah Husaini.
Malaysia menggunakan momentum Olimpiade untuk mendorong ekspor halal seperti makanan maupun kosmetik yang diprediksi mencapai 12 Miliar Dollar AS.
Malaysia menjadi satu-satunya negara yang berhasil mendapatkan kesepakatan kerja sama halal oleh Jepang dalam perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.
Melalui kesepakatan ini, perusahaan MyChef berpotensi mendapatkan laba hingga 4,5 Juta Ringgit Malaysia. Hussaini menambahkan bahwa mereka tengah melakukan pembicaraan dengan perusahaan Aeon untuk mengembangkan makanan halal siap saji dan camilan di Jepang.
Sebagaimana diketahui, perdagangan halal Malaysia telah tertinggal dari negara-negara non muslim seperti Amerika Serikat, Cina dan Brazil. Nilai pasar halal global saat ini diproyeksikan mencapai 2,6 Triliun Dollar AS pada tahun 2023.
Di sisi lain, Malaysia telah menetapkan target ambisius di sektor halal hingga 300 juta Dollar AS dari seluruh pertandingan Olimpiade Tokyo 2020. Mereka pun juga berharap mampu mengamankan promosi “Malaysia Street 2020” yang mempertemukan perusahaan, pembeli dan distributor asal Jepang.
“Kami harus belajar banyak dari Malaysia dan sebagai gantinya, perusahaan-perusahaan Malaysia dapat memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan bisnis merek,” ungkap penasihat ekonomi kedutaan besar Jepang di Malaysia, Hideto Nakajima.
Jumlah wisatawan Jepang ke Asia Tenggara juga terus meningkat. Peningkatan ini tidak lepas dari pelonggaran penerbitan visa yang diberikan oleh negara-negara di Asia Tenggara.
Saat Jepang menargetka 40 juta wisatawan tahun ini, Malaysia memperkirakan 8 juta dari jumlah wisatawan akan menjadi seorang muslim.
“Kami tahu bahwa selama Olimpiade permintaan (makanan halal) sangat tinggi. Jadi ini saatnya bagi kami untuk mempromosikan produk-produk Malaysia,” ungkap CEO HQC Commerce, Khairul Shahril Hamzah. [Mohamad Deny Irawan]





















