Kuala Lumpur, Gontornews — Malaysia, Selasa (6/7/2021), melaporkan penambahan kasus positif covid-19 secara signifikan. Dalam 24 jam terakhir, Malaysia melaporkan 7.643 kasus tambahan Covid-19.
Setengah dari total kasus yang terkonfirmasi berasal dari kawasan Lembah Klang, Selangor melaporkan 3.260 kasus dan Kuala Lumpur melaporkan 1.550 kasus tambahan. Sementara itu, negara bagian Negeri Sembilan melaporkan 698 kasus. Sementara Johor mengonfirmasi penambahan 313 kasus.
Selain penambahan kasus Covid-19, otoritas kesehatan Malaysia melaporkan penambahan 103 kematian akibat Covid-19. Dua belas dari total kematian terklarifikasi meninggal akibat Covid-19 termasuk seorang pria berusia 21 tahun yang memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Channel News Asia melaporkan ada 21 klaster yang berhasil teridentifikasi sehingga jumlah klaster aktif di Malaysia berjumlah 852 klaster.
Secara umum, Malaysia melaporkan penambahan lebih dari 6.000 kasus dalam sepekan terakhir. Padahal, pada akhir Juni, jumlah kasus positif Covid-19 di negara Jiran berada di kisaran 5.000 kasus per hari. Namun, sejak 5 Juli, Malaysia melaporkan peningkatan kasus Covid-19 hingga 7.000 kasus.
Pemerintah Malaysia memberlakukan penguncian untuk menekan penyebaran Covid-19. Sejatinya, penguncian berakhir pada 28 Juni silam. Namun, karena jumlah kasus Covid-19 terus bertambah secara signifikan, pemerintah memperpanjang masa penguncian hingga 14 Juli mendatang.
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, menegaskan bahwa pembatasan tidak akan berkurang sampai jumlah kasus positif Covid-19 berada di bawah 4.000 kasus.
Hingga Selasa, otoritas kesehatan Malaysia melaporkan 792.693 kasus Covid-19 dengan 72.201 kasus aktif atau menular. [Mohamad Deny Irawan]
























