0Kuala Lumpur, Gontornews — Pemerintah Malaysia tengah mempelajari kemungkinan untuk menyeret pelaku penebangan liar di Malaysia ke pengadilan, Kamis (11/9). Langkah ini dilakukan karena sejumlah wilayah Malaysia ditutupi kabut asap akibat kebakaran hutan.
Seorang pejabat di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Liew Vui Keong yang berasal dari Sabah tengah mempersiapkan tindakan yang ditujukan kepada perusahaan kelapa sawit yang diduga terkait kasus pembakaran hutan di wilayah Malaysia.
βKebakaran hutan di Kalimantan saat ini berada di luar kendali,β kata Liew sebagaimana dilansir Free Malaysian Today.
βKita perlu menemukan solusi untuk permasalahan ini.β
βKabut ini berasal dari negara tetangga. Kami perlu mendidik mereka dan mengusulkan proses altenatif sehingga mereka tidak memiliki kesempatan terbuka untuk melakukan pembakaran,β tambah Liew.
Berdasarkan Indeks Pencemaaan udara (Air Polution Index/API), sebagian besar wilayah udara Malaysia dikategorikan tidak sehat. Terkhusus di wilayah Johan Setia yang menunjukkan angka 213 dalam API pagi ini.
Akibatnya, tiga sekolah di daeah tersebut diliburkan untuk sementara waktu.
Sebagai informasi, sebuah daerah dikategorikan memiliki kualitas udara yang baik jika indeks API 0-50, kualitas udara sedang jika indeks API 51-100, kualitas udara tidak sehat 101-200, kualitas udara sangat tidak sehat jika indeks API 201-300 dan berbahaya jika melampaui indeks API di atas 300. [Mohamad Deny Irawan]





















