Kuala Lumpur, Gontornews — Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia menyebut bahwa Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Indonesia, Kamis (11/9), terkait ‘kiriman’ asap akibat kebakaran hutan di wilayah Indonesia.
Kebakaran hutan yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan dalam beberapa waktu terakhir selama lebih dari satu bulan terakhir. Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dalam menanggulangi kebakaran hutan yang disinyalir disebabkan oleh pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di dua pulau milik Indonesia tersebut.
Musibah tahunan tersebut umumnya terjadi Indonesia berada pada musim kemarau. Kabut tebal hingga gangguan kesehatan serta menurunnya angka pariwisata di sejumlah negara tetangga Indonesia semisal Singapura, Malaysia hingga Brunei Darussalam menjadi permasalahan serius bagi Indonesia.
“Saya telah membahas hal ini (kebakaran hutan) dengan Perdana Menteri (Mahathir Mohamad) dan dia setuju untuk menuliskan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk fokus menyelesaikan masalah kabut asap yang dinilai sudah melampaui batas,” kata Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Yeo Bee Yin, sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Siti Nurbaya, membantah tuduhan tersebut dan menyebut bisa saja asap yang membumbung di Kuala Lumpur disebabkan oleh kebakaran hutan di wilayah Malaysia.
Namun, Pemerintah Malaysia membantah tuduhan tersebut dengan menyebut hanya terdapat 5 titik panas yang terjadi di wilayah Malaysia. Sedangkan di Indonesia ada 1.500 titik panas yang menyebar di seluruh wilayah.
“Data jelas menunjukkan bahwa kabut berasal dari Indonesia,” kata Yeo merujuk pada Pusat Meteorologi khusus ASEAN yang berbasis di Singapura.
Akibat bencana asap ini, Pemerintah Malaysia menutup ratusan sekolah serta memerintahkan seluruh warga Malaysia yang tinggal di Sarawak untuk menggunakan masker karena tingkat polusi di wilayah tersebut berada pada tingkatan tidak sehat. [Mohamad Deny Irawan]





















