Kuala Lumpur, Gontornews — Pihak kepolisian Malaysia menangkap tujuh orang yang dicurigai terafiliasi dengan kelompok separatis Macan Tamil di Sri Lanka. Dua dari tujuh orang yang ditangkap merupakan politisi Malaysia.
Malaysia sendiri telah menetapkan kelompok separatis Macan Tamil sebagai organisasi teroris sejak tahun 2014. Penetapan ini dilakukan menyusul terdapatnya laporan tentang upaya menghidupkan kembali organisasi tersebut dari luar negeri.
Kepala polisi anti-terorisme Malaysia, Ayob Khan Mydin Pitchay, mengatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan karena mereka mencurigai ketujuh tersangka yang diduga terafiliasi Macan Tamil karena mendukung, mempromosikan, merekrut serta menghimpun dana.
“(Mereka) mendukung, mempromosikan, merekrut, melakukan penggalangan dan memiliki barang-barang yang terkait dengan militan Macan Tamil,” kata Ayob Khan.
Terkait penangkapan 2 orang anggota parlemen Malaysia, pihak kepolisian menjelaskan bahwa kedua terduga tersangka telah menyampaikan pidato serta membagikan selebaran yang berisi tentang dukungan terhadap kelompok teroris di Sri Lanka tersebut.
“Ada upaya dari tempat-tempat tertentu dari luar Sri Lanka, tidak hanya di Malaysia, untuk mengaktifkan kembali gerakan Macan Tamil.”
“Kami mengambil tindakan ini untuk menangkap mereka. Kami tidak ingin kegiatan ini menyebar dan merusak citra Malaysia (di mata internasional),” tambah Ayob.
Selain menetapkan kelompok separatis Macan Tamil di Sri Lanka, pemerintah Malaysia juga meningkatkan kewaspadaannya terjadi jaringan terorisme yang berafiliasi dengan kelompok Islamic State terutama setelah mereka mengklaim melakukan serangkaian serangan di Jakarta.
Dalam beberapa tahun terakhir, pihak kepolisian Malaysia telah menangkap ratusan orang yang dicurigai terafiliasi dengan kelompok Macan Tamil termasuk 25 orang yang mengikuti kegiatan kelompok teroris tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















