Depok, Gontornews — Putri Rizki Amelia, Content Creator @putrilogi (Kesehatan Mental dan Psikologi Islam) ini pada beberapa waktu lalu hadir dalam sebuah seminar online yang diselenggarakan oleh Komunitas Mau Bener Bareng.
Diikuti oleh puluhan remaja Muslimah dari berbagai wilayah, pada kesempatan tersebut Putri menjelaskan tentang cara mengenali stres dan overthingking serta cara menyelesaikannya. Menurutnya, stres adalah bentuk ketegangan, tekanan, atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri. Dimana sering digambarkan dengan harapan yang tak sesuai kenyataan.
Kepada Gontornews.com, Putri menyebutkan bahwa stressor sendiri biasanya berasal dari peristiwa kehidupan (banyaknya perubahan peran kehidupan yang terjadi dalam waktu singkat dan membutuhkan penyesuaian yang singkat), ketegangan kronis (ketegangan/kesulitan yang konsisten atau berulang-ulang terjadi dalam keseharian dan menjadi ancaman bagi individu), juga permasalahan sehari-hari (peristiwa kecil yang terjadi sehari-hari yang memerlukan penyesuaian dalam sehari saja atau lebih singkat, terjadinya kadang-kadang).
Kemudian soal overthinking atau berpikir terus-menerus mengenai hal yang negatif. Turut diterangkan oleh narasumber bahwa ternyata perempuan lebih punya bakat secara alamiah untuk overthinking. Karena aktivitas otaknya yang lebih aktif.
Tapi sebagai Muslimah, kita harus percaya bahwa was-was itu dari setan, dan harus meminimalisir hal yang tidak penting untuk dipikirkan. Biasanya orang-orang overthinking itu adalah orang yang tidak siap dengan proses, kerap berpikir negatif dalam menatap masa depan, dan kurang bersyukur.
Lantas bagaimana cara mengelolanya untuk bisa terlepas dari stress dan overthinking untuk jangka panjang?
Pertama, pola hidup sehat (makan bernutrisi, aktivitas sesuai porsi, istirahat cukup, dan olah raga). “Sebab ada makanan tertentu yang bisa membuat kita cemas, diantaranya adalah makan yang mengandung kafein,” terang Muslimah cantik tersebut.
Kedua, teruslah belajar, banyak membaca, perbanyak mentor, relasi, diskusi, menulis, ikut seminar, pelatihan, kursus, kelas informal, dan kajian. Sehingga kita punya banyak ilmu dan sudut pandang, jalan keluar untuk menyelesaikan masalah.
Ketiga, fokus dan sadar. Fokus dan sadari diri sendiri, hari ini serta apa yang bisa dilakukan dan bukan apa yang dipikirkan.
Keempat, meningkatkan takwa, memperbaiki ibadah, dan memahami Islam lebih mendalam. [Edithya Miranti]





















